Kos Puteri Muslimah di Serang Banten Perbulan & Pertahun

Published Oktober 3, 2015 by A M A L I A

Terima Kos Untuk Puteri Muslimah di kota Serang Banten dengan harga terjangkau

Perbulan & Pertahun

Lokasi dekat kampus Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) Serang (5-8 menit ke kampus)

Fasilitas:

Spring Bed

Kamar mandi dalam

Lemari pakaian

Kipas angin

Dapur bersama

Hub: Ibu Atika / 08568542185 / 08567765782

Alamat:

Komplek Untirta Permai Blok C4 No.15 Pakupatan Serang Banten

I still love you – Miss A Suzy (Big OST) translate english

Published Juni 25, 2014 by A M A L I A

I STILL LOVE YOU- Suzy Miss A (Big OST) translate in english

I know I shouldn’t cry already but why do I keep crying?

My heart toward you acts however it wants, so it keeps sending me to you

It’s hurts so much that I’m the only one who feels like this, that you aren’t looking at me

Though you are probably uncomfortable with me

Because our happy and good times keep passing me by

Because I feel like I will regret this till I die. I have something to tell you right now

I still love you, I love you. Though I don’t know anything else, I know I want you

The more I try to approach you, the more I try to get closer

You try to run away and that makes me lonely. My tears are not stopping

You can’t get farther away. Don’t run away, don’t turn away from me

Whenever you want to come back, you can come back to me. Because I love you

I’m okay even if you don’t love. If I can just see you, I’m fine with anything

The more I love you, the deeper this gets. You get farther away and that scares me

My tears are not stopping

 

Go To Korea

Published Juni 25, 2014 by A M A L I A

TULISAN 1

GO TO KOREA

Hi.. Eventhough I went to Korea a long ago (August 19, 2013), I want to tell story about my trip to Korea. I hope this posting will give you information about place, price or something else about korea. Before that, I’ll tell you how and when I start like korea. I like korea when I was in junior high school, maybe at that time I didn’t crazy about korea, but when I watched korean drama in 2010 “Scent of Woman” I started crazy about it.

The drama is tell about how korean man love a woman with their heart and they will do anything for the woman, the woman is sick (cancer) and the man is loyal and always accompany her anytime and anywhere. The actor name is Lee Dong Wook, he really makes me crazy.

After that, everyday I watched the other korean drama who act by Lee Dong Wook like “partner”, “the recipe”, “my girl”, “hotel king” and “roomates”. Then I watched other actor like Kim Soo Hyun, Rain, Ji Sung, Hyun Bin, Lee Min Ho, etc.

Because I like korean drama so much, I also give a attention about the place where they shooting, like namsan tower, jeju-do, Deoksogung and Gyeongbokgung Palace, etc. I wonder how it like with my own eyes.

How beautiful they are, how kind the people in there, how about the style they wear,etc. Then my sister who also crazy about korea too ask me “let’s go to korea!”, and then I and her in 2013 go to korea.

I go to Konna Beans (a caffee who own by Kyuhyun, Sungmin and Lee Teuk Super Junior), SM entertainment old buildings, gyeongbokgung and deoksogung palace, namsan tower, 63 buildings, Sejong statue, myeongdong, dongdaemun, etc in 4 day 5 night. I go to Korea by AirAsia plane. I got a cheaper price because I bought the ticket when there are a promo.

The thing that makes me worry is about the language, I didn’t understand about hangul, but the people in Korea is very kind, they are try to help us eventhough they didn’t understand what we talk, but when we tell a place like “namsan tower”, they will understand and give a information with body language.

The subway is really good, they are so dicipline and in korea have 3 language direction for tourist (japanese, chinese, english)

I really want to go back to korea, it’s romantic country with beautiful scene. There is a river, the name is Han River, Fountain River (Rainbow River). It’s best place when you go with you beloved boyfriend or hushband.

Maybe the price in there is more expensive than in Indonesia, but it’s more great, famous, and better place to go if you want a refreshing. The food is really delicious too. KOREA IS THE BEST

 

“ANALISIS PENGARUH BRAND NAME, SUPPORT FRANCHISOR DAN MOTIVATION’S ENTREPRENEUR TERHADAP FRANCHISEE’S SATISFACTION”.

Published Juni 25, 2014 by A M A L I A
  1. Pendahuluan

Di tahun 2015, ASEAN (Association of South East Asian Nations) yang bermotto “One Vision, One Identity, One Community” akan berubah dari organisasi kerjasama menjadi suatu komunitas yang bernama ASEAN Community 2015. Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus kerjasama negara ASEAN, yaitu pilar keamanan (ASEAN Political-Security Community) akan memperkuat ketahanan kawasan dan mendukung penyelesaian konflik secara damai, pilar ekonomi (ASEAN Economic Community) menekankan pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dan pilar sosial budaya (ASEAN Social-Cultural Community) menekankan pada pembentukan “a community of caring societies”, yaitu masyarakat yang saling peduli dan berbagi.

Dengan adanya ASEAN Community, setiap warga negara anggota ASEAN mempunyai kesempatan untuk bekerja atau membuka usaha di wilayah ASEAN manapun. Hal ini mengharuskan masyarakat Indonesia bersaing dengan warga negara ASEAN yang akan masuk dan bekerja di Indonesia. Untuk itu warga negara Indonesia berusaha mencari jalan lain, tidak hanya menjadi job seeker tetapi juga menjadi job creator dengan membuka suatu usaha yang dapat menjadi alternatif baik selain bekerja di suatu perusahaan. Usaha yang banyak dilirik pengusaha salah satunya adalah franchise (Waralaba) .

Franchise (Waralaba) adalah kemitraan antara perusahaan/individu yang memiliki HKI (merek) dan sistem manajemen, keuangan dan pemasaran yang telah mantap (established), disebut Pewaralaba, dengan perusahaan/individu yang memanfaatkan atau menggunakan HKI dan sistem, disebut Terwaralaba, Pewaralaba wajib memberikan bantuan teknis, manajemen, dan pemasaran kepada Terwaralaba dan sebagai timbal balik, Terwaralaba membayar sejumlah biaya (fees). Hubungan kemitraan antara kedua pihak dikukuhkan dalam suatu kontrak/perjanjian waralaba (Karamoy, 2013:27).

Franchise merupakan cara yang paling mudah untuk memulai dan memasuki dunia usaha. Bila semua usaha harus mulai dari nol, maka kita berhadapan dengan risiko kerugian besar karena harus melalui trial & error yang meningkatkan risiko gagal. Dengan adanya sistem bisnis franchise, maka risiko kerugian investasi dapat diturunkan menjadi sekitar 15% saja (Odop, 2006:20).

Banyaknya franchise di Indonesia membuat penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul ANALISIS PENGARUH BRAND NAME, SUPPORT FRANCHISOR DAN MOTIVATION’S ENTREPRENEUR TERHADAP FRANCHISEE’S SATISFACTION”.

 

  1. Analisis

2.1  Masalah

Di zaman globalisasi seperti saat ini orang lebih banyak membuka usaha sendiri daripada hanya bekerja di sebuah perusahaan. Dan usaha yang banyak dilirik belakangan ini adalah usaha franchise.

Adapun rumusan masalah yang dibahas penulis adalah:

1               Apakah nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee?

2               Apakah nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan keseluruhan franchisee?

 

2.2  Solusi

Untuk kepuasan serta loyalitas franchisee, penulis menjadikan franchisee yang terdaftar dalam AFI (Asosiasi Franchise Indonesia) yang akan diteliti dengan menggunakan variabel nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan terhadap kepuasan franchisee serta implikasinya pada loyalitas franchisee dengan menyebar kuesioner kepada 50 responden (franchisee). Berikut adalah hasil dari penelitian:

 

 

 

 

 

1)      Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Tabel 1

Rekapan Uji Validitas

No.Item

Pernyataan

r hitung

r tabel

Taraf Signifikansi

Keterangan

1

NM1

0,805

0,279

95%

VALID

2

NM2

0,791

0,279

95%

VALID

3

NM3

0,843

0,279

95%

VALID

4

NM4

0,854

0,279

95%

VALID

5

DF8

0,749

0,279

95%

VALID

6

DF9

0,649

0,279

95%

VALID

7

DF10

0,466

0,279

95%

VALID

8

DF11

0,816

0,279

95%

VALID

9

DF12

0,840

0,279

95%

VALID

10

DF13

0,861

0,279

95%

VALID

11

DF14

0,814

0,279

95%

VALID

12

MK1

0,740

0,279

95%

VALID

13

MK2

0,786

0,279

95%

VALID

14

MK3

0,553

0,279

95%

VALID

15

MK4

0,783

0,279

95%

VALID

16

K1

0,824

0,279

95%

VALID

17

K2

0,886

0,279

95%

VALID

18

K3

0,885

0,279

95%

VALID

19

K4

0,802

0,279

95%

VALID

20

K5

0,628

0,279

95%

VALID

21

K6

0,718

0,279

95%

VALID

22

K7

0,858

0,279

95%

VALID

23

K8

0,869

0,279

95%

VALID

24

K9

0,816

0,279

95%

VALID

25

K10

0,882

0,279

95%

VALID

26

L1

0,888

0,279

95%

VALID

27

L2

0,854

0,279

95%

VALID

28

L3

0,901

0,279

95%

VALID

29

L4

0,897

0,279

95%

VALID

30

L5

0,849

0,279

95%

VALID

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 20

 

 

Pada penelitian ini penulis menguji validitas pada kuesioner dengan menggunakan software SPSS 20 dan kemudian membandingkan nilai r pada kolom Corrected Item Total Correlation pada item statistics pada r tabel. Jika nilai r pada kolom corrected item total correlation > r tabel maka item-item pertanyaan dianggap valid. Nilai r pada tabel tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) sebanyak 50 adalah sebesar 0,279.

 

Setelah dinyatakan valid, maka dilakukan uji reliabilitas. Dan untuk menguji reliabilitas dari tiap-tiap item pertanyaan, penulis melihat nilai Cronbach’s Alpha pada output Reliability Statistics. Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 maka dinyatakan Reliabel. Dapat dilihat hasil dari output SPSS sebagai berikut:

Tabel 4.12

Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha

N of Items

,981

30

 

 

Berdasarkan hasil tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alphanya sebesar 0,981> 0,6 maka dinyatakan reliabel (dapat diandalkan) atau dapat dikatakan bahwa hasil pengukuran relatif konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang pada waktu yang berlainan.

 

3.1.1        Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Tabel 4.13

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

 

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4,739

3,363

 

1,409

,166

Nama Merek

,909

,210

,468

4,328

,000

Dukungan Franchisor

,747

,115

,536

6,512

,000

Motivasi Kewirausahaan

-,012

,213

-,006

-,056

,956

a. Dependent Variable: Kepuasan Keseluruhan Franchisee

 

            Dari tabel diatas, dapat dihasilkan persamaan regresi yaitu sebagai berikut:

Y1 = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y1 = 4,739 + 0,909X1 + 0,747X2 – 0,012X3

Dimana:           Y = Kepuasan Keseluruhan Franchisee

a = Bilangan Konstanta

             b1,b2,b3 = Koefisien regresi X1, X2, X3

         X1 = Nama Merek

         X2 = Dukungan Franchisor

         X3 = Motivasi Kewirausahaan

 

Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa:

1)             Nilai konstanta a sebesar 4,739, artinya jika nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan nilainya 0, maka kepuasan keseluruhan franchisee nilainya positif, yaitu 4,739.

2)             Koefisien regresi nama merek bernilai positif, yaitu 0,909. Hal ini berarti jika nama merek dinaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan keseluruhan franchisee akan mengalami peningkatan sebesar 0,909.

3)             Koefisien regresi manajemen mutu bernilai positif, yaitu 0,747. Hal ini berarti jika dukungan franchisor dinaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan franchisee akan mengalami peningkatan sebesar 0,747.

4)             Koefisien regresi motivasi kewirausahaan bernilai negatif, yaitu 0,012. Hal ini berarti jika motivasi kewirausahaan diturunkan sebesar satu satuan, maka kepuasan franchisee akan mengalami penurunan sebesar 0,012.

 

3.1.2        Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi Berganda

Untuk melihat besarnya kontribusi dan kuatnya korelasi variabel bebas (nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan) secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya (kepuasan franchisee) yaitu dengan melihat koefisien determinasi totalnya (R2) dan koefisien korelasi dalam tabel model summary.

Menurut Sarwono (2006) memberikan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel sebagai berikut (Taufik & Nina, 2011:151) :

0                      = Tidak ada korelasi antara dua variabel

>0 – 0,025        = Korelasi sangat lemah

>0,025 – 0,5    = Korelasi cukup

>0,05 – 0,75    = Korelasi kuat

>0,75 – 0,99    = Korelasi sangat kuat

1                      = Korelasi sempurna

Tabel 4.15

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

,912a

,831

,820

5,296

a. Predictors: (Constant), Motivasi Kewirausahaan, Dukungan Franchisor, Nama Merek

 

 

 

 

 

 

 

            Dari tabel diatas dapat dilihat nilai R Squarenya yaitu 0,831, ini berarti nilai sebesar 83,1% memberikan makna bahwa kepuasan keseluruhan franchisee dapat dipengaruhi oleh faktor nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan sebesar 83,1% ,dan sisanya 16,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, dan nilai adjusted R square sebesar 0,820 menunjukkan bahwa korelasi antara nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee tergolong sangat kuat.

 

3.1.3        Hasil Uji F

Analisa secara simultan ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Langkah-langkah yang digunakan untuk uji F:

  1. Merumukan Hipotesis

Ho1 : Tidak ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

Ha1 : Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan keseluruhan franchisee

  1. Menentukan F hitung

F hitung didapat dari hasil perhitungan software SPSS, Hasil tabel uji F dapat dilihat dibawah ini:

Tabel 4.17

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

 

1

Regression

6356,873

3

2118,958

75,553

,000b

Residual

1290,107

46

28,046

 

 

Total

7646,980

49

 

 

 

a. Dependent Variable: Kepuasan Keseluruhan Franchisee

b. Predictors: (Constant), Motivasi Kewirausahaan, Dukungan Franchisor, Nama Merek

 

Dari hasil tabel diatas, hasil f hitungnya sebesar 75,553 dan besarnya signifikansi adalah 0,000.

  1. Menentukan F tabel

F tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada tingkat signifikansi 0,05 dengan df 1 = 3 (jumlah variabel independent), dan df 2 (n-k-1) atau 50-3-1 = 46 (n adalah jumlah responden, k adalah jumlah variabel independent), hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 2,807 (lihat pada lampiran).

  1. Kriteria Pengujian
  2. Jika F hitung ≤ F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, ini berarti tidak terdapat pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y.
  3. Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak, dan Ha diterima, ini berarti terdapat pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y.
  4. Berdasarkan Siginifikansi

Berdasarkan signifikansi, jika signfikansi < 0,05 maka Ho ditolak, dan jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.

  1. Membuat Kesimpulan
  2. Berdasarkan F tabel dan F hitung

F tabel= 2,807 dan F hitung 75,553.

Karena F hitung > F tabel atau 725,553> 2,807 maka Ho ditolak, artinya Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan keseluruhan franchisee

  1. Berdasarkan signifikansi

Dari hasil tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,00 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, ini berarti Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan franchisee.

 

3.1.4        Hasil Uji T (Parsial)

Analisa parsial atau uji T ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang memiliki hubungan terhadap variabel terikat sehingga digunakan uji t (uji parsial).

Langkah-langkah yang digunakan untuk uji t adalah:

  1. Merumuskan Hipotesis

Ho : Tidak ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara parsial terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

Ha:      Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara parsial terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

 

 

 

 

 

 

Menentukan t hitung

T hitung didapat dari hasil perhitungan software SPSS, berikut adalah hasil Uji T yang dapat dilihat pada tabel coefficients:

Tabel 4.18

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

 

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4,739

3,363

 

1,409

,166

Nama Merek

,909

,210

,468

4,328

,000

Dukungan Franchisor

,747

,115

,536

6,512

,000

Motivasi Kewirausahaan

-,012

,213

-,006

-,056

,956

a. Dependent Variable: Kepuasan Keseluruhan Franchisee

 

Dari hasil tabel diatas, t hitung untuk nama merek sebesar 4,328, untuk dukungan franchisor 6,512 dan untuk motivasi kewirausahaan sebesar -0,056. Besarnya signifikansi dari nama merek sebesar 0,000, manajemen mutu 0,000 dan motivasi kewirausahaan sebesar 0,956.

  1. Menentukan t tabel

T tabel dicari pada signifikansi 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan df= n-k-1 atau 50-3-1=46. Hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,013 / -2,013.

  1. Kriteria Pengujian
    1. Jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima
    2. Jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel maka Ho ditolak
    3. Berdasarkan signifikansi, dengan kriteria sebagai berikut:

Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak

Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima

  1. Membuat Kesimpulan
  2. Berdasarkan T tabel dan T hitung

t tabel = 2,013 / -2,013, t hitung X1= 4,328, X2= 6,512, X3=-0,056

4,328 > 2,013 maka Ho ditolak atau ada pengaruh nama merek terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

6,512> 2,013 maka Ho ditolak atau ada pengaruh dukungan franchisor terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

-0,056 > -2,013 maka Ho diterima atau tidak ada pengaruh motivasi kewirausahaan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

  1. Berdasarkan Signifikansi

Dari hasil tabel diatas dapat dilihat bahwa pada variabel nama merek signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, ini berarti ada pengaruh nama merek (X1) terhadap kepuasan keseluruhan franchisee (Y1), pada dukungan franchisor signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, hal ini berarti ada pengaruh dukungan franchisor (X2) terhadap kepuasan keseluruhan franchisee (Y1) dan pada motivasi kewirausahaan signifikansi sebesar 0,956 maka Ho diterima, hal ini berarti tidak ada pengaruh motivasi kewirausahaan (X3) terhadap kepuasan keseluruhan franchisee (Y1).

Kesimpulan

Berdasarkan dari perumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan antara lain:

1)      Hasil pengujian hipotesis dengan uji f

Hasil uji f menunjukkan Fh sebesar 75,553 dengan Ft yang didapat yaitu sebesar 2,807 berarti Fh ≥ Ft dan tingkat signifikan 0,000 yang berarti < 0,05 dan dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan variabel X yaitu nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan berpengaruh terhadap variabel Y yaitu kepuasan keseluruhan franchisee

2)      Hasil pengujian hipotesis dengan uji t

Hasil uji t menunjukan bahwa variabel motivasi kewirausahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kepuasan keseluruhan franchisee karena p-value variabel-variabel independen tersebut lebih besar dari 0,05 jadi H0 diterima, Ha ditolak. Sedangkan variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee yaitu nama merek dan dukungan franchisor karena p-value variabel independen tersebut lebih kecil dari 0,05 jadi H0 ditolak Ha diterima.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

<http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=595&type=3#.U3R5yKIb2Vl

hari kamis 1 Mei 2014 jam 21.54

Karamoy,Amir.2013.Pencaturan Waralaba Indonesia.Jakarta:Foresight Asia.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Rosda

Odop, Nistains.. 2006. Berbisnis Waralaba Murah. Yogyakarta : Media Pressindo

Sinar Harapan,2003

 

 

 

 

ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP USD SEBELUM DAN SETELAH ADANYA PEMILIHAN LEGISLATIF (PILEG)

Published Mei 18, 2014 by A M A L I A

ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP USD SEBELUM DAN SETELAH ADANYA PEMILIHAN LEGISLATIF (PILEG)

 

Sebagai Tugas Dari Mata Kuliah Manajemen Keuangan Internasional

 

Kelas   : 4 EA 01

 

Mikail Firdaus           (14210399)

Restina Putri             (18210977)

Rizki Amalia F.         (16210120)

Yodia Hadishtis         (18210634)

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN MANAJEMEN 2010

JAKARTA

 

 

ABSTRAKSI

 

            Pemilihan legislatif atau biasa dikenal dengan PILEG merupakan hajat 5 tahunan Negara Republik Indonesia dalam menjalankan pesta demokrasinya. Ini merupakan salah satu indikator politik yang akan mempengaruhi kehidupan perekonomian di Indonesia khususnya. Indikator perekonomian tersebut adalah kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dollar. Penelitian ini menganalisis tentang perbandingan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika (USD) sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif di Indonesia. Metode penelitian menggunakan paired sample t-test dengan sampel nilai kurs tengah dari 12 hari sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan nilai kurs rupiah terhadap dollar Amerika sebelum dan setelah adanya pemilu. Perbandingan rata-rata kedua sampel juga memberikan adanya informasi mengenai adanya perbedaan sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif. Sehingga dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa politik berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia yang dapat memberikan efek terhadap kelangsungan kehidupan perekonomian khususnya.

 

 

 

 

Kata kunci : Nilai Kurs, rupiah, USD, PILEG    

DAFTAR ISI

 

JUDUL ………………………………………………………………………………..        i

ABSTRAK……………………………………………………………………………        ii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….        iii

 

BAB I   PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang………………………………………………….        4

1.2.      Rumusan Masalah …………………………………………….        8

1.3.      Tujuan Penelitian ………………………………………………        8

 

BAB II METODE PENELITIAN

2.1.      Objek Penelitian ………………………………………………        9

2.2.      Jenis dan Sumber Data ………………………………………        9

2.3.      Metode Analisis Data ………………………………………..        9

2.4.      Hipotesis ………………………………………………………….        10

 

BAB III PEMBAHASAN

3.1.      Kurs Rupiah terhadap USD ……………………………….        11

3.2.      Analisis Data ……………………………………………………        13

3.3.      Hasil dan Pembahasan ……………………………………….        14

 

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.      Kesimpulan………………………………………………………        16

4.2.      Saran ……………………………………………………………….        16

 

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..        17

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.            Latar Belakang

            Stabilitas mata uang merupakan persoalan yang penting untuk mendorong kegiatan ekonomi dan menciptakan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perdagangan antarnegara mengakibatkan terjadinya pertukaran mata uang antar negara yang direfleksikan dalam kurs mata uang. Pentingnya peranan kurs mata uang baik bagi negara maju maupun negara sedang berkembang, mendorong dilakukannya berbagai upaya untuk menjaga posisi kurs mata uang suatu negara berada dalam keadaan yang relatif stabil. Fenomena yang kerap kali terjadi berhubungan dengan kurs mata uang yaitu fluktuasi nilai mata uang yang tidak menentu. Amerika Serikat dipandang sebagai negara maju dengan Dollar Amerika (USD) sebagai mata uangnya yang merupakan mata uang acuan bagi sebagian besar negara sedang berkembang.

            Sistem kurs di Indonesia telah berulang kali mengalami perubahan seiring dengan penggantian periode kepemimpinan negara Republik Indonesia. Perubahan sistem kurs di Indonesia dikarenakan oleh pemerintah yang menetapkan kebijakan pemberlakuan sistem kurs yang disesuaikan dengan kondisi keadaan makroekonomi Indonesia.

            Disisi lain, kondisi politik juga dianggap mempengaruhi tawar menawar kurs yang dilakukan para pelaku pasar uang. Lancar dan amannya Pemilihan Umum (Pemilu) seolah menyampaikan pesan kepada dunia internasional terhadap stabilitas politik di Indonesia yang menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pelaku pasar memang akan terus mencermati jalannya pesta demokrasi di Indonesia. Sebab, stabilitas politik memang menjadi salah satu parameter utama bagi investor untuk menanamkan modalnya di sebuah negara. ‘Kalau politik stabil, saya kira (rupiah) menguat’.

            Nilai tukar rupiah belakangan ini tengah mengalami gejolak, ada beberapa faktor yang menjadi pendorong penguatan nilai tukar rupiah. Diantaranya adalah faktor fundamental ekonomi Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai ancaman ditambah juga dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat melalui kebijakan The Fed yang memangkas stimulus investasinya sehingga pelaku pasar melihatnya sebagai kondisi kebangkitan ekonomi Amerika yang semakin membaik.

            Bank Indonesia (BI) meyakini pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir akan teratasi pada 2014 mendatang. Keyakinan tersebut didasarkan pada tren selama ini bahwa rupiah menguat setiap diadakannya pemilihan umum (pemilu).

            “Trennya selalu seperti itu. Setiap ada pemilu, rupiah selalu menguat. Begitu ada hasilnya, terpilih pemimpin baru, sentimen akan positif karena pasar mendapatkan kepastian dan juga gambaran mengenai masa depan Indonesia, setidaknya dalam lima tahun ke depan,” ujar Direktur Eksekutif Department Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Perbankan.

            Dikatakan, tren tersebut masih juga akan diperkuat dengan kinerja sebagian segmen bisnis sektor riil yang terdorong oleh kemeriahan suasana pemilu, seperti bisnis advertising, makanan dan minuman serta berbagai sektor lain. Selain didorong oleh sentimen pemilu, klaim atas penguatan nilai tukar rupiah tersebut juga didasarkan pada proyeksi bahwa tren inflasi di sepanjang tahun depan bakal terus mengalami penurunan, khususnya mulai Agustus 2014 mendatang. Penurunan tersebut sendiri dipicu oleh dampak positif dari berbagai sektor ekonomi yang mulai bangkit dan tumbuh.

            Nilai tukar dolar terhadap rupiah masih terus menguat hingga hari ini di angka Rp 12.215. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga semester II-2014 ini. Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan memperkirakan rupiah akan menguat ke angka Rp 11.200/US$ di semester II-2014. Dolar masih akan perkasa hingga selesainya pemilihan umum. “Kalau di semester pertama 2014 dia akan menguat di angka Rp 12.500/US$, di semester kedua nanti rupiah akan menguat menjadi Rp 11.400-an,” kata Fauzi di acara Diskusi Strengthening Indonesia’s Financial System di Garden Terrace Four Seasons Hotel, Jakarta, Senin (3/2/2014).

            Saat ini, ada 3 faktor yang membuat rupiah masih melemah terhadap dolar. Fauzi mengatakan, isu tapering yang masih berjalan membuat rupiah belum akan menguat dalam waktu dekat, ditambah defisit neraca berjalan yang masih besar. “Di semester pertama masih akan melemah karena ada beberapa issue quantitative easing, defisit neraca berjalan dan juga pemilu,” katanya. Karena dipengaruhi ketiga faktor tersebut juga, lanjut Fauzi rupiah akan menguat pada semester kedua. Fauzi mengatakan, pada semester kedua nanti Pemilu akan selesai dan muncul pemerintahan baru yang mana akan terbentuk suatu euforia baru yang berpengaruh pada penguatan nilai tukar rupiah.

            Melihat defisit neraca semakin kecil, lalu juga dengan mulai berakhirnya quantitative easing. Defisit neraca berjalan menjadi faktor penting yang bisa menentukan penguatan rupiah terhadap dolar atau mata uang asing lainnya. Selama defisit neraca berjalan masih besar ini sulit untuk mengharapkan rupiah menguat, ini terjadi di negara lain juga seperti Brasil, Turki, India.

            Tren apresiasi atau penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah dimulai sejak awal tahun ini. Faktor pemicunya adalah membaiknya indikator-indikator ekonomi seperti defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang terbantu surplus neraca dagang, serta landainya inflasi. Ini membuat kepercayaan pasar pada Indonesia meningkat.

            Kejelasan kondisi pasar keuangan akan lebih jelas setelah Pemilu Presiden pada 9 Juli mendatang. “Nanti setelah 9 Juli sudah lebih jelas, kemudian mereka (investor) mencerna,” kata Mirza. Pemilu setelah orde reformasi Indonesia sudah ada sejak 1999, 2004, dan 2009. Dalam masa itu, investor akan mencerna mengenai koalisi. “Kalau pemilu sudah teruji, jika ada fluktuasi itu biasa,”      

            Pasca-Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi tadi mengalami pelemahan hingga Rp100 atau 0,88% ke level Rp11.458 per USD. Bank Indonesia (BI) menilai, kondisi tersebut dianggap hal yang biasa. Kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Dia menegaskan, untuk saat ini yang terpenting adalah angka-angka fundamental ekonomi masih dalam jalur yang cukup baik. “Melemahnya rupiah sekarang ini, gak ada yang luar biasa, gak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang penting neraca perdagangan Februari sudah surplus lagi dan neraca perdagangan maret.

            Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat,  pada bulan Maret 2014 nilai tukar rupiah di level Rp11.360 per USD, menguat 2,19% dibanding dengan level akhir Februari 2014. Sedangkan secara rata-rata, rupiah pada Maret 2014 tercatat Rp11.420 per USD, menguat 4,38% dibanding dengan rata-rata rupiah pada Februari 2014 sebesar Rp11.919 per USD. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara menyatakan, dengan perkembangan ini, rupiah sampai dengan Maret 2014 menguat 7,13 % dibanding dengan level akhir tahun 2013 atau secara rata-rata menguat 2,85 % dibandingkan dengan rata-rata rupiah tahun lalu

            Sebelum Pemilu Caleg (Pemilihan Umum Calon Legislatif) dilaksanakan, rupiah sempat berada di posisi Rp 11.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif, nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada 11 April 2014 mengalami pelemahan hingga 100 poin atau menurun 0,88% ke level Rp 11.458 per dolar AS.

            Salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah adalah Hasil pemilu yang tak sesuai ekspektasi investor membuat kurs rupiah terhadap dolar melorot tajam pada Kamis, 10 April 2014. Rupiah pun menjadi mata uang terlemah di Asia karena turun hingga 0,56 persen, selain itu penyebab lainnya adalah tingginya impor sehingga permintaan valuta asing meningkat. BI telah menempuh sejumlah kebijakan terkait dengan nilai tukar rupiah, baik kebijakan moneter, kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah, maupun kebijakan makroprudensial. Kebijakan moneter meliputi kebijakan menaikkan suku bunga hingga 175 basis poin sebagai respons atas kenaikan ekspektasi inflasi dan mendorong aliran masuk modal asing dan stabilitas nilai tukar

            Perekonomian yang semakin berimbang dan mendorong perbaikan kinerja sektor eksternal telah berdampak pada menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Oleh sebab itu, BI akan tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar uang. Berbagai kemajuan dalam pendalama pasar uang baik rupiah maupun valas seperti mini MRA dan transaksi lindung nilai akan ditingkatkan dan menjadi fokus kebijakan ke depan.

            Adanya hubungan antara nilai tukar rupiah dan pemilu terhadap USD membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Perbandingan Nilai Tukar Rupiah terhadap USD sebelum dan Setelah Adanya Pemilihan Legislatif (PILEG)”.

 

1.2.            Rumusan Masalah

            Dari uraian latar belakang penelitian di atas maka dapat dirumuskan pokok-pokok permasalahan yang akan dilakukan pembahasan pada penilitian ini yaitu “Apakah ada perbandingan rata-rata nilai tukar Rupiah terhadap USD sebelum dan setelah adanya pemilu legislatif (Pileg)”.

 

1.3.            Tujuan Masalah

            Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan rata-rata nilai tukar Rupiah terhadap USD sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif (PILEG).

BAB II

METODE PENELITIAN

 

2.1.            Objek Penelitian

            Objek yang diteliti adalah nilai tukar rupiah di Indonesia terhadap USD selama periode sebelum pemilu dan sesudah pemilu. Nilai tukar menurut Musdholifah & Tony (2007), nilai tukar atau kurs adalah perbandingan antara harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain. Misal kurs rupiah terhadap dollar Amerika menunjukkan berapa rupiah yang diperlukan untuk ditukarkan dengan satu dollar Amerika.

 

2.2.            Jenis dan Sumber Data

            Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder ini bersumber pada Bank Indonesia (BI). Data yang digunakan yaitu kurs tengah (Kurs Jual + Kurs Beli : 2) dengan memakai data harian. Dimana periode sebelum pemilu yang digunakan adalah 12 hari yaitu tanggal 21 Maret – 09 April 2014 dan sesudah pemilu adalah 10 April – 28 April 2014. Data didapatkan dari media internet yang diunduh dari kurs tengah (referensi) Bank Indonesia.

 

2.3.            Metode Analisis Data           

            Pengolahan data menggunakan metode PAIRED SAMPLE T-TEST. Paired sample t-Test adalah uji t dimana sampel saling berhubungan antara satu sample dengan sample yang lain. Pengujian ini biasanya dilakukan pada penelitian dengan menggunakan teknik eksperimen dimana satu sampel diberi perlakuan tertentu kemudian dibandingkan dengan kondisi sampel sebelum adanya perlakuan dan sesudah adanya perlakuan. Perlakuannya adalah pemilu legislatif yang dilakukan pada tanggal 09 April 2014. Tujuannya untuk menguji perbedaan rata-rata antara sampel yang diuji. Data yang sudah diolah kemudian dianalisis secara deskriptif.

 

2.4.            Hipotesis :

            Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap masalah yang diteliti dimana kebenaran dari hipotesis masih harus diuji. Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

 

Ho       : Tidak ada perbedaan rata-rata sampel nilai tukar Rupiah terhadap USD antara sebelum dan setelah adanya Pemilu Legislatif (PILEG)

Ha       : Ada perbedaan rata-rata sampel nilai tukar Rupiah terhadap USD antara sebelum dan setelah adanya Pemilu Legislatif (PILEG)

Uji – t

Alfa (taraf nyata) : 5%

Kriteria pengambilan keputusan :

Menggunakan nilai signifikan / P-Value

Jika nilai signifikan / P-Value >= 0,05 ; maka Ho diterima

Jika nilai signifikan / P-Value < 0,05 ; maka Ho ditolak.

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1.            Kurs Rupiah terhadap USD

            Kurs atau nilai tukar adalah suatu nilai yang menunjukkan jumlah nilai mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapatkan satu unit mata uang asing (Sadono Sukirno, 2002). Sedangkan menurut Nopirin (1997) nilai tukar merupakan harga pertukaran antara dua mata uang yang berbeda dengan perbandingan nilai / harga tertentu. Kurs ini merupakan salah satu harga yang terpenting dalam perekonomian terbuka mengingat pengaruhnya yang demikian besar bagi neraca transaksi berjalan maupul aspek ekonomi lainnya. Kurs juga dapat menunjukkan apakah suatu negara dikatakan memiliki perekonomian yang kuat atau tidak. Di negara-negara maju nilai kurs mereka selalu terjaga tinggi dan stabil, untuk itulah disebut sebagai hard currency. Dalam penelitian ini menggunakan kurs rupiah terhadap USD yang dianggap sebagai negara paling maju dan menjadi kiblat pelaku pasar uang dalam menjalankan aktivitasnya.

            Kurs yang digunakan adalah kurs tengah yaitu kurs antara kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap mata uang nasional yang ditetapkan oleh Bank Sentral dalam hal ini adalah Bank Indonesia. Berikut ini adalah data kurs rupiah terhadap USD selama periode penelitian yaitu tanggal 21 Maret hingga 28 April 2014.

           

            Dari data tersebut terlihat bahwa kurs rupiah terhadap USD sangat berfluktuasi meskipun cenderung melemah jika dilihat dari periode awal hingga akhir penelitian. Rupiah yang mengalami depresiasi ini lebih disebabkan karena kondisi perekonomian Amerika yang semakin membaik, juga melihat pada berbagai sektor industri yang mulai menata kembali strategi bisnisnya. Kondisi politik juga sangat berpengaruh dalam menjaga kurs yang tetap tinggi, karena para pelaku pasar akan merasa lebih aman jika faktor ketidakpastian di masa mendatang dapat ditekan dan dijelaskan dimuka dengan melihat kondisi politik dan perekonomian yang stabil.

            Penelitian ini juga ingin melihat hal serupa dengan membandingkan kurs rupiah terhadap USD yang tercapai sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif. karena sebagai salah satu faktor pendukung penentuan nilai tukar, pelaku pasar berekspektasi bahwa dengan diadakannya pemilu legislatif, diharapkan mampu membentuk pemerintahan yang baru dan memberikan dampak yang nyata bagi kemajuan perekonomian di berbagai sektor sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat segera tercapai dengan menekan angka inflasi dan pengangguran. Kondisi seperti inilah yang diharapkan oleh semua pelaku pasar. Kondisi dimana kestabilan politik dan ekonomi dapat terjaga.

 

3.2.            Analisis Data

            Penelitian ini menggunakan uji rata-rata dua sampel berpasangan (Paired Sample T-Test) yang bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap USD sebelum dan sesudah adanya pemilihan legislatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dan diterbitkan oleh Bank Indonesia yaitu berupa data kurs tengah atau juga dikenal sebagai kurs referensi selama periode penelitian yaitu 21 Maret hingga 28 April 2014. Kemudian data diolah menggunakan software SPSS versi 20. Berikut ini adalah hasil pengolahan datanya:

 

Paired Samples Statistics

 

Mean

N

Std. Deviation

Std. Error Mean

Pair 1

Sebelum Pileg

11350.5833

12

60.10666

17.35130

Sesudah Pileg

11484.0833

12

86.42859

24.94979

Data diolah penulis

           

            Pada bagian ini menyajikan deskripsi dari pasangan variabel yang dianalisis yaitu meliputi rata-rata kurs rupiah terhadap USD sebelum pemilu legislatif Rp 11.350,58 / USD dengan standar deviasi 60,11 dan sesudah diadakan pemilu legislatif rata-ratanya menjadi Rp 11.484,08 / USD dengan standar deviasi 86,43.

 

Paired Samples Correlations

 

N

Correlation

 

Pair 1

Sebelum Pileg & Sesudah Pileg

12

.598

.040

         

      Data diolah penulis

           

            Bagian yang kedua menjelaskan tentang jumlah data dan besarnya korelasi atau hubungan antara kedua sampel yang berpasangan ini. Terlihat dari hasil pengolahan data bahwa ada 12 data yang memiliki nilai korelasi sebesar 59.8%. Artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara sampel sebelum dan sesudah. Hubungan ini juga berpengaruh signifikan yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,04 lebih kecil dari taraf nyata yaitu 0,05.

 

Paired Samples Test

Paired Differences

T

df

Sig. (2-tailed)

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference

Lower

Upper

-133.50000

69.78864

20.14625

-177.84159

-89.15841

-6.627

11

.000

 

           

            Bagian ketiga menunjukkan hasil pengujian uji dua sampel berpasangan yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Pengambilan keputusan didasarkan pada nilai signifikansi yang dihasilkan. Jika nilai signifikansi dibawah 0,05 (taraf nyata) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Melihat hasil pengujian diatas, tercapai nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi pernyataan hipotesis yang diterima adalah terdapat perbedaan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap USD sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif.

 

3.3.            Hasil dan Pembahasan

            Berdasarkan hasil perhitungan diatas yang diolah menggunakan software SPSS terlihat bahwa rata-rata kurs rupiah terhadap USD sebelum pemilihan memiliki hubungan yang cukup kuat dengan sesudah pemilihan legislatif yang ditunjukkan oleh angka correlations sebesar 59,8% dan hubungan ini bersifat signifikan yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,04 lebih kecil dari taraf nyata yaitu 0,05. Sementara hasil pengujian rata-rata dua sampelnya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap USD sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar mempertimbangkan faktor politik yang difokuskan pada pemilihan legislatif sebagai bagian dari sistem demokrasi yaitu rakyat dituntut untuk memilih wakil-wakilnya untuk mengemban tugas di lingkungan legislatif melalui fungsi legislati, fungsi anggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

            Pelaku pasar melihat dengan dipilihnya wakil rakyat yang baru diharapkan mampu mencapai kondisi perekonomian yang stabil dan meneruskan pembangunan ekonomi ke arah kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Faktor kepastian inilah yang dipegang pelaku pasar dengan ekspektasi bahwa kegiatan ekonomi di negara Indonesia dapat tumbuh dan berkembang sehingga mampu mencapai surplus neraca transaksi berjalan dan mendorong posisi rupiah ke sentimen positif terhadap USD atau mata uang negara lain.


 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

4.1.            Kesimpulan

            Dari hasil penelitian kami secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa politik berpengaruh dalam kehidupan ekonomi khususnya di Indonesia. Oleh karenanya terdapat perbandingan antara nilai tukar rupiah terhadap USD sebelum dan setelah adanya pemilihan legislatif di Indonesia. Politik memiliki pengaruh dalam gejolak kebijakan yang diberikan oleh pemerintah. Dimana pemerintah lebih memfokuskan dalam penyelenggaran pemilu sehingga pada pasar ekonomi mengalami sedikit lesu. Ini dapat diakibatkan karena pelaku pasar menunggu kebijakan baru yang akan diberikan pemerintah kemudian disesuaikan dengan pasar ekonomi di Indonesia. Kurs salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan perekonomian. Dengan kata lain, jika nilai kurs rupiah terhadap USD dapat mengalami pergeseran karena adanya keadaan politik yang sedang berlangsung di negara Republik Indonesia.

 

4.2.            Saran

            Saran yang akan ditunjukan pertama untuk pemerintah, agar tetap mengkondisikan nilai kurs tetap stabil dalam keadaan apapun di Indonesia. Sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap keadaan politik yang ada. Kedua, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan lebih tajam lagi variabel yang digunakan dan metode dalam menganalisis agar mendapatkan hasil yang lebih baik dari penelitian sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Duwi, Priyatno. 2009. 5 Jam Belajar Olah Data dengan SPSS 17. Yogyakarta : C.V Andi Offset

Nopirin. 1997. Ekonomi Moneter Buku I. Yogyakarta: BPFE UGM.

Tri hendardi, C. 2009. Spss 16 Step by Step Analisis Data Statistik . Yogyakrta :penerbit Andi

Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Makro Ekonomi Edisi Ke 2. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

http://finance.detik.com/read/2014/02/03/114322/2485289/6/dolar-diramal-kembali-ke-rp-11400-setelah-pemilu

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:G37ht0ifum0J:www.pikiran-rakyat.com/node/261544+&cd=8&hl=id&ct=clnk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

KURS REFERENSI 

JAKARTA INTERBANK SPOT DOLLAR RATE (JISDOR) 

USD – IDR

 

 

Tanggal

Kurs

28 April 2014

11,568.00

25 April 2014

11,601.00

24 April 2014

11,608.00

23 April 2014

11,590.00

22 April 2014

11,486.00

21 April 2014

11,430.00

17 April 2014

11,418.00

16 April 2014

11,438.00

15 April 2014

11,434.00

14 April 2014

11,444.00

11 April 2014

11,450.00

10 April 2014

11,342.00

8 April 2014

11,309.00

7 April 2014

11,282.00

4 April 2014

11,310.00

3 April 2014

11,310.00

2 April 2014

11,303.00

1 April 2014

11,271.00

28 March 2014

11,404.00

27 March 2014

11,438.00

26 March 2014

11,408.00

25 March 2014

11,357.00

24 March 2014

11,384.00

21 March 2014

11,431.00

 

Pengalaman di Seoul, Korea Selatan

Published Mei 9, 2014 by A M A L I A

Hai hai.. walaupun pengalaman ke seoul sudah beberapa bulan lalu tapi baru dipostingnya sekarang gapapalah ya.. itung-itung buat informasi untuk orang yang mau ke seoul dengan backpakeran dan bermodal nekat🙂

Sebelumnya mau sedikit cerita dulu nih,,, hehe. Pertama kali aku menyukai korea. waktu akhir SMP sekitar tahun 2005 setelah nonton drama korea di tipi-tipi indonesia (>.<). cowoknya ganteng-ganteng euy.. dulu itu belum kenal yang namanya download drama langsung di internet. hahaha, agak gaptek juga sih dulu😀. drama yang mungkin pertama kali aku tonton adalah full house, princess hours, apalagi yah.. lupa.. udah kelamaan dan kebanyakan juga nonton drama korea😀. tapi waktu itu juga masih suka drama-drama taiwan kaya romantic princess, at the dolphin bay, twins, basketball fire, dan lain-lain. mungkin temen-temen yang suka drama-drama kaya aku pasti tau itu drama, ya kan??🙂. waktu itu sih belum tergila-gila banget sama yang namanya korea. tapi di sekitar tahun 2010 aku nonton drama yang judulnya Scent of Woman, pemainnya Lee Dong Wook. Haduuuuh.. tu cowo ganteng beud🙂. suka banget sama alur ceritanya, nonton berkali-kali ga ngebosenin. pemain cewenya itu Kim Sun Ah yang pernah main juga sebelumnya drama sama Hyun Bin judulnya My name is Kim Sam Soon. aku suka banget sama cerita drama2 korea yang menceritakan Cowok2 tajir yang kalo udah jatuh cinta sama 1 cewe dia rela ngorbanin apa aja buat cewe yang dia cinta. huhuhu.. co cwit banget kan. yang hanya terjadi dalam fairy tale atau dreamland versi aku🙂

 

Setelah bertahun-tahun ga kerasa tiap minggu beli cd drama korea, saking banyaknya ada yang kebuang atau sengaja dibuang sama mama gara-gara makan tempat meja belajar aku, hahaha.( itu kan belinya pake uang juga mama kenapa dibuang :'(). karebeli cd kepingan korea itu menghabiskan uang jajanku, akhirnya aku beralih ke download langsung pake modem, dan uang abis cuma buat beli kuota internet demi drama korea dan refreshing ngeliat cowo-cowo ganteng nan bening itu🙂. dulu juga sempet sih suka sama Kpop, kenal yang namanya suju, eh.. baruuu beberapa bulan suka sujunya dateng ke indonesia untuk konser super show 4. ngumpulin tuh uang demi nonton konser suju, ngirit-ngirit uang jajan mingguan, huhu.. beli tiketnya juga penuh perjuangan banget gw, udah bolos kuliah demi beli tiket, dimarahin mama lagi, pokoknya panjang perjalanan aku buat nonton tu konser, akhirnya bisa juga nonton konser, konsernya diselenggarakan 3 hari, alhamdulillah bisa nonton 2 hari sama tetehku tercinta :* , meskipun harus berdrama dulu sama mama, hah.. kejadian itu tak akan kulupa. mama sampe marah besar😦

 

karna ga kuat sama kpop dan merasa lebih seneng sama korean drama yang aman2 aja, akhirnya aku kembali ke drama korea. selamat tinggal kpop🙂. yah.. meskipun ga lama suju dateng ke indonesia lagi buat nyelenggarain konser super show 5, karna kebaikan hati tetehku tercinta Hutami Windiarti yang memberikan tiket gratis yang didapatnya dari kantornya sebagai hadiah ulang tahunku, aku nonton lagi, tapi ga sama teteh,, sendiri..😦 karena tiket gratisnya cuma dapet 1, tapi gapapalah teteh nemenin diluar. jjang banget dah uri unnie :*

dan kembali ke cerita sebelumnya, setelah nonton drama korea yang lokasinya indah-indah banget, ada rasa ingin kesana alias negara korea selatan. okeh.. sekarang uang jajan ditabung buat ke korea bareng uri unnie tercinta, 1 tahun nabung akhirnya ke kumpul juga uangnya meskipun sempet jatuh sakit beberapa kali karna saking ngiritnya uang jajan dan makan cuma 1 kali sehari selama sebulan lebih, hahahaha.. ekstrim banget sih gw, tapi ada bagusnya, berat badan gw turun 3 kilo. hahahaha..

setelah setahun, pada 19 Agustus 2013-24 Agustus 2013 bisa juga menginjakkan kaki ke korea. yuhuuu.. korea oh koreaaa..

okeh,.. setelah sampe di Incheon, kita ke guest house yang telah kita pesan jauh-jauh hari, kita istirahat 1 jam dan mandi, karna di pesawat ga bisa tidur sama sekali, padahal dari jakarta berangkat jam 8 malem, transit di malaysia nyampe jam 10 malem, terus nunggu pesawat berikutnya jam setengah 1 malem, nyampe jam kurang lebih setengah 9 pagi. dari icheon naik mobil 1 jam ke penginapan, cape beud. tapi rasa cape itu hilang setelah ngeliat kiri kanan udah ngeliat huruf hangeul dimana-mana. ga bisa baca hangeul, tapi untuk traveler yang pengen ke korea jangan takut kesana karna ga bisa baca hangeul, karena disana papan jalannya ga cuma tulisan hangeul ko, banyak juga bahasa inggrisnya, dan orang-orang di korea sumpah baik-baik banget. nanya kesana kemari nyari tempat-tempat yang mau kita kunjungi banyak dibantu sama orang-orang disana, mulai dari satpamnya, orang-orang yag lewat. mereka sebisa mungkin ngebantu kita yang sedang kesulitan mencari jalan ke suatu tempat.

hari pertama sih karna udah setengah hari rencananya mau ngeliat JYP, SM, konna beans, dan tempat-tempat kpop lainnya. setelah jauh berjalan, cuma ketemu konna beans, tapi tak disangka2 ada ibunya Kyuhyun, OMG.. mertua gw (ditimpuk sama sparkyu), dan alhamdulillah gw bisa foto bareng mertua gw. hihiw.. moment yang tak pernah kulupakan. Ibunya baiiiiiik banget🙂. ini pas aku lagi di konna beans

Image

ini uri unnie tercinta

Image

setelah ke konna beans, kita nyari SM yang katanya ga jauh sama konna beans. ternyata jauuuuh banget, udah gitu ketemunya SM yang lagi dibangun pula. huhuhu.. udah pegel2.

sedikit dulu ya ceritanya, nanti dilanjutin lagi. oke

sekalian kumpulin foto2nya dulu, biar enak ceritanya lagi.

thanks for reading🙂

 

 

 

Tugas Softskill B.Inggris Bisnis 2

Published Mei 9, 2014 by A M A L I A

Disusun oleh        :

  • Anggi Oktavyani          (10210825)
  • Desy Natalia        (19210017)
  • Irfian Firliani      (13210613)
  • Nurul Apriana    (15210203)
  • Rizki Amalia F    (16210120)

Kelas                    :        4 EA 01

Mata Kuliah        :        Bahasa Inggris Bisnis 2

 

  1. Pendahuluan

Pendidikan adalah salah satu unsur yang terpenting dalam kehidupan manusia karena pendidikan saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Pendidikan akan menjadi tolak ukur bagaimana seseorang dapat maju di masa depan. Masa depan yang baik dapat dilihat dari pendidikan yang baik yang telah ditempuh. Pendidikan juga dapat membentuk kepribadian seseorang. Pendidikan menurut M.J Langeveld merupakan usaha dari manusia  kepada manusia untuk membimbing menjadi dewasa. Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak mengenai kehidupan agar bisa menjadi mandiri dan bertanggung jawab. Menyadari pentingnya pendidikan saat ini maka pemerintah juga terus mencanangkan program pendidikan karena dengan adanya pendidikan dengan harapan generasi penerus bangsa mempunyai kualitas, mampu bersaing dan menyesuaikan diri di kehidupan untuk hidup bermasyarakat, berbangs dan bernegara.Pendidikan terdapat dua jenis yaitu pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Sedangkan pendidikan informal seperti kursus, workshop daan sebagainya. Tidak hanya pendidikan formal yang banyak menjadi perhatian karena kontribusinya. Kini pendidikan informal pun mempunyai kontribusi terhadap masa depan seseorang. Bukan hal yang aneh jika hal tersebut terjadi karena dipendidikan seseorang bisa menambahkan pengetahuan selain dari yang mereka peroleh dari pendidikan formal. Selain itu di pendidikan informal juga bisa mempelajari hal baru yang tidak didapat dari pendidikan formal.

Pendidikan informal yang sering ditemui adalah lembaga kursus. Salah satunya adalah lembaga kursus bahasa. Kini sangat banyak ditemui lembaga kursus yang menawarkan pembelajaran bahasa. Hal ini dapat dilihat bahwa kini bahasa menjadi sangat diperhitungkan mengingat untuk dapat bersaing dengan negara lain maka harus mempunyai basic komunikasi menggunakan bahasa internasional karena hal itu dapat memberikan nilai tambah. Seseorangpun dapat diperhitungkan di dunia luar jika memiliki kemampuan bahasa yang baik. Hal inilah yang dijadikan suatu peluang bisnis oleh pemilik usaha untuk mendirikan berbagai lembaga kursus bahasa asing, salah satunya adalah kursus bahasa Inggris. Seperti yang sudah diketahui bahwa bahasa inggris merupakan bahasa Internasional yang hampir seluruh negara menggunakan bahasa tersebut.

Dalam dunia bisnis, prospek bisnis dalam hal pendidikan bahasa dinilai cukup menjanjikan. Bisnis kursus bahasa Inggris kini banyak ditemui diberbagai tempat di Indonesia. Menjamurnya lembaga kursus ini bukan tanpa alasan. Apalagi semakin lama perkembangan dunia semakin tanpa batas yang membuat orang mudah keluar masuk berbagai negara untuk melakukan tujuan mereka. Untuk itu diperlukan komunikasi dengan bahasa Internasional yang baik dan benar demi menunjang dan mempermudah tujuan kehidupan seseorang. Baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.

Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Inggris yang menjadi salah satu tempat kursus ternama dan yang dapat diperhitungkan. LBPP LIA sudah memiliki banyak cabang di berbagai daerah yang ada di Indonesia, dan membuat LBPP LIA mudah dikenal oleh banyak kalangan. Untuk itu, penulis melakukan penelitian mengenai “ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PERSEPSI KUALITAS TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA DALAM MEMILIH LEMBAGA KURSUS BAHASA INGGRIS (STUDI KASUS: LBPP LIA DEPOK)”

 

  1. Analisis

2.1  Masalah

Di zaman globalisasi seperti saat ini Bahasa Inggris memiliki peran penting dalam berbagai bidang. Setiap orang di tuntut untuk menguasainya. Indonesia yang mayoritas penduduknya tidak menggunakan bahasa inggris untuk kesehariannya menimbulkan kesulitan untuk beberapa orang sehingga dengan adanya lembaga kursus Bahasa Inggris disinyalir dapat membantu dalam pengembangan pendidikan Bahasa Inggris. Banyaknya lembaga kursus ini kemudian memunculkan masalah baru dimana konsumen dihadapkan dengan berbagai pilihan bagi konsumen untuk memilih lembaga kursus Bahasa Inggris mana yang kompeten dan sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka untuk mempermudah pembahasan, penulis merumuskan permasalahan tersebut sebagai berikut:

1)      Apa pengaruh motivasi terhadap keputusan peserta didik menggunakan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA?

2)      Apa pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan peserta didik menggunakan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA?

Agar pokok permasalahan dalam penulisan ini tidak melebar terlalu jauh, maka penulis membatasi masalah hanya melakukan penelitian pada lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA di daerah Depok.

 

2.2  Solusi

Untuk meneliti lembaga kursus Bahasa Inggris yang kompeten, penulis memilih LIA sebagai lembaga kursus yang akan diteliti dengan menggunakan variabel motivasi dan persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian jasa dari lembaga kursus LIA dengan menyebar kuesioner kepada 30 siswa LIA Depok yang berusia diatas 15 tahun. Berikut adalah hasil dari penelitian:

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Tabel 2.1

Rekapan Uji Validitas

No.Item

Pernyataan

r hitung

r tabel

Taraf Signifikansi

Keterangan

 

1

M1

0,930

0,361

95%

VALID

 

2

M2

0,640

0,261

95%

VALID

 

3

M2

0,583

0,361

95%

VALID

 

4

M4

0,663

0,361

95%

VALID

 

5

PK1

0,588

0,361

95%

VALID

 

6

PK2

0,565

0,361

95%

VALID

 

7

PK3

0,601

0,361

95%

VALID

 

8

PK4

0,930

0,361

95%

VALID

 

9

KP1

0,930

0,361

95%

VALID

 

10

KP2

0,930

0,361

95%

VALID

 

11

KP3

0,930

0,361

95%

VALID

 

12

KP4

0,495

0,361

95%

VALID

 

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 20

 
               

Pada penelitian ini penulis menguji validitas pada kuesioner dengan menggunakan software SPSS 20 dan kemudian membandingkan nilai r pada kolom Corrected Item Total Correlation pada item statistics pada r tabel. Jika nilai r pada kolom corrected item total correlation > r tabel maka item-item pertanyaan dianggap valid. Nilai r pada tabel tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) sebanyak 30 adalah sebesar 0,361.

Setelah dinyatakan valid, maka dilakukan uji reliabilitas. Dan untuk menguji reliabilitas dari tiap-tiap item pertanyaan, penulis melihat nilai Cronbach’s Alpha pada output Reliability Statistics. Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 maka dinyatakan Reliabel. Dapat dilihat hasil dari output SPSS sebagai berikut:

Tabel 2.2

Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha

N of Items

,936

12

.

 

 

 

 

Berdasarkan hasil tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alphanya sebesar 0,936> 0,6 maka dinyatakan reliabel (dapat diandalkan) atau dapat dikatakan bahwa hasil pengukuran relatif konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang pada waktu yang berlainan.

 

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Tabel 2.3

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

 

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

,322

1,317

 

,244

,809

MOTIVASI KONSUMEN

-,565

,240

-,687

-2,349

,026

PERSEPSI KUALITAS

1,518

,286

1,551

5,302

,000

a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA

            Dari tabel 2.3, dapat dihasilkan persamaan regresi yaitu sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2

Y = 10,115 + 0,217X1 + 0,317X2

Dimana:           Y = Keputusan Penggunaan Jasa

a = Bilangan Konstanta

                 b1,b2 = Koefisien regresi X1, X2

         X1 = Persepsi kualitas

         X2 = Motivasi Konsumen

Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa:

1)      Nilai konstanta a sebesar 10,115, artinya jika persepsi kualitas dan motivasi konsumen nilainya 0, maka keputusan penggunaan jasa nilainya positif, yaitu 0,322.

2)      Koefisien regresi persepsi kualitas bernilai positif, yaitu 1,518. Hal ini berarti jika persepsi kualitas dinaikan sebesar 1 poin, maka motivasi akan mengalami peningkatan sebesar 1,518.

3)      Koefisien regresi insentif bernilai negatif, yaitu -0,565. Hal ini berarti jika motivasi konsumen dinaikan sebesar 1 poin, maka keputusan penggunaan jasa akan mengalami penurunan sebesar 0,565.

 

Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi Berganda

Untuk melihat besarnya kontribusi dan kuatnya korelasi variabel bebas (gaji dan insentif) secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya (motivasi kerja) yaitu dengan melihat koefisien determinasi totalnya (R2) dan koefisien korelasi dalam tabel model summary.

Menurut Sarwono (2006) memberikan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel sebagai berikut (Taufik & Nina, 2011:151) :

0                      = Tidak ada korelasi antara dua variabel

>0 – 0,025        = Korelasi sangat lemah

>0,025 – 0,5    = Korelasi cukup

>0,05 – 0,75    = Korelasi kuat

>0,75 – 0,99    = Korelasi sangat kuat

1                      = Korelasi sempurna

Tabel 2.4

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

,910a

,827

,815

,616

a. Predictors: (Constant), PERSEPSI KUALITAS, MOTIVASI KONSUMEN

 

 

 

 

 

 

Dari tabel diatas dapat dilihat nilai R Squarenya yaitu 0,827, ini berarti nilai sebesar 82,7% memberikan makna bahwa keputusan penggunaan jasa dapat dipengaruhi oleh faktor persepsi kualitas dan motivasi konsumen sebesar 82,7% ,dan sisanya 17,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, dan nilai adjusted R square sebesar 0,815 menunjukkan bahwa korelasi antara variabel persepsi kualitas dan motivasi konsumen terhadap keputusan penggunaan jasa tergolong sangat kuat.

 

Hasil Uji F

Analisa secara simultan ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Langkah-langkah yang digunakan untuk uji F:

1)      Merumukan Hipotesis

Ho1 : Tidak ada pengaruh persepsi kualitas dan motivasi konsumen secara simultan terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

Ha1 : Ada pengaruh persepsi kualitas dan motivasi konsumen secara simultan terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

2)      Menentukan F hitung

F hitung didapat dari hasil perhitungan software SPSS, Hasil tabel uji F dapat dilihat sebagai berikut:

 

 

Tabel 2.5

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

 

1

Regression

49,125

2

24,563

64,755

,000b

Residual

10,242

27

,379

 

 

Total

59,367

29

 

 

 

a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PENGGUANAAN JASA

b. Predictors: (Constant), PERSEPSI KUALITAS, MOTIVASI KONSUMEN

 

Dari hasil tabel diatas, hasil f hitungnya sebesar 64,755 dan besarnya signifikansi adalah 0,000.

  1. Berdasarkan F tabel dan F hitung

F tabel= 3,354 dan F hitung 64,755

  1. Karena F hitung > F tabel atau 64,755 > 3,354 maka Ho ditolak, artinya Berdasarkan F tabel dan F hitung

F tabel= 3,140 dan F hitung 11,549.

Karena F hitung > F tabel atau 11,549 > 3,140 maka Ho ditolak, artinya Ada pengaruh persepsi kualitas dan motivasi konsumen secara simultan terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

 

Hasil Uji T (Parsial)

Analisa parsial atau uji T ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang memiliki hubungan terhadap variabel terikat sehingga digunakan uji t (uji parsial).

1)      Merumuskan Hipotesis

Ho2 : Tidak ada pengaruh persepsi kualitas dan motivasi konsumen secara parsial terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

Ha2 : Ada pengaruh persepsi kualitas dan motivasi konsumen secara parsial terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

2)      Menentukan t hitung

T hitung didapat dari hasil perhitungan software SPSS, berikut adalah hasil Uji T yang dapat dilihat pada tabel coefficients:

Tabel 2.6

           Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

 

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

,322

1,317

 

,244

,809

MOTIVASI KONSUMEN

-,565

,240

-,687

-2,349

,026

PERSEPSI KUALITAS

1,518

,286

1,551

5,302

,000

a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PENGGUANAAN JASA

 

Dari hasil tabel diatas, t hitung untuk persepsi kualitas sebesar 5,302 dan untuk motivasi konsumen sebesar -2,349, besarnya signifikansi dari persepsi kualitas sebesar 0,000 dan motivasi konsumen sebesar 0,026.

3)      Membuat Kesimpulan

Berdasarkan T tabel dan T hitung

t tabel = 2,052/ -2,052 , t hitung X1= 5,302 t hitung X2= -2,349

a)      5,302 > 2,052 maka Ho ditolak atau ada pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

b)      -2,349 < -2,052 maka Ho diterima atau tidak ada pengaruh motivasi konsumen terhadap keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan dari perumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan antara lain:

1)      Hasil pengujian hipotesis dengan uji t

Hasil uji t menunjukan bahwa variabel motivasi konsumen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan penggunaan jasa karena p-value variabel-variabel independen tersebut lebih besar dari 0,05 jadi H0 diterima Ha ditolak. Sedangkan variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan jasa yaitu persepsi kualitas karena p-value variabel independen tersebut lebih kecil dari 0,05 jadi H0 ditolak Ha diterima.

2)      Hasil pengujian hipotesis dengan uji f

Hasil uji f menunjukkan Fh sebesar 11,549 dengan Ft yang didapat yaitu sebesar 3,140 berarti Fh ≥ Ft dan tingkat signifikan 0,000 yang berarti < 0,05 dan dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan variabel X yaitu motivasi konsumen dan persepsi kualitas berpengaruh terhadap variabel Y yaitu keputusan penggunaan jasa lembaga pendidikan Bahasa Inggris LIA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2HTML/2012101341HMBab2001/print.html

http://bajubau.blogspot.com/2012/11/proses-pengambilan-keputusan-pembeli.html

http://kata-edu.blogspot.com/2013/01/pengertian-motivasi-menurut-para-ahli.html

ejournal.gunadarma.ac.id/…/970-2759-1-RV.docx‎

eprints.undip.ac.id/…/1/Skripsi_TRIUPAYANTO.pdf‎

repository.usu.ac.id/bitstream/…/4/Chapter%20II.pdf‎

eprints.undip.ac.id/22627/1/full_skripsi.pdf‎

http://www.docstoc.com/docs/137729331/ANALISIS-PENGARUH-MOTIVASI-KONSUMEN-PERSEPSIKUALITAS-DAN-SIKAPKONSUMEN-TERHADAP-KEPUTUSAN-PEMBELIAN-SEPEDA-MOTOR-HONDA

lia.ac.id/‎