“ANALISIS PENGARUH BRAND NAME, SUPPORT FRANCHISOR DAN MOTIVATION’S ENTREPRENEUR TERHADAP FRANCHISEE’S SATISFACTION”.

Published Juni 25, 2014 by A M A L I A
  1. Pendahuluan

Di tahun 2015, ASEAN (Association of South East Asian Nations) yang bermotto “One Vision, One Identity, One Community” akan berubah dari organisasi kerjasama menjadi suatu komunitas yang bernama ASEAN Community 2015. Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus kerjasama negara ASEAN, yaitu pilar keamanan (ASEAN Political-Security Community) akan memperkuat ketahanan kawasan dan mendukung penyelesaian konflik secara damai, pilar ekonomi (ASEAN Economic Community) menekankan pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dan pilar sosial budaya (ASEAN Social-Cultural Community) menekankan pada pembentukan “a community of caring societies”, yaitu masyarakat yang saling peduli dan berbagi.

Dengan adanya ASEAN Community, setiap warga negara anggota ASEAN mempunyai kesempatan untuk bekerja atau membuka usaha di wilayah ASEAN manapun. Hal ini mengharuskan masyarakat Indonesia bersaing dengan warga negara ASEAN yang akan masuk dan bekerja di Indonesia. Untuk itu warga negara Indonesia berusaha mencari jalan lain, tidak hanya menjadi job seeker tetapi juga menjadi job creator dengan membuka suatu usaha yang dapat menjadi alternatif baik selain bekerja di suatu perusahaan. Usaha yang banyak dilirik pengusaha salah satunya adalah franchise (Waralaba) .

Franchise (Waralaba) adalah kemitraan antara perusahaan/individu yang memiliki HKI (merek) dan sistem manajemen, keuangan dan pemasaran yang telah mantap (established), disebut Pewaralaba, dengan perusahaan/individu yang memanfaatkan atau menggunakan HKI dan sistem, disebut Terwaralaba, Pewaralaba wajib memberikan bantuan teknis, manajemen, dan pemasaran kepada Terwaralaba dan sebagai timbal balik, Terwaralaba membayar sejumlah biaya (fees). Hubungan kemitraan antara kedua pihak dikukuhkan dalam suatu kontrak/perjanjian waralaba (Karamoy, 2013:27).

Franchise merupakan cara yang paling mudah untuk memulai dan memasuki dunia usaha. Bila semua usaha harus mulai dari nol, maka kita berhadapan dengan risiko kerugian besar karena harus melalui trial & error yang meningkatkan risiko gagal. Dengan adanya sistem bisnis franchise, maka risiko kerugian investasi dapat diturunkan menjadi sekitar 15% saja (Odop, 2006:20).

Banyaknya franchise di Indonesia membuat penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul ANALISIS PENGARUH BRAND NAME, SUPPORT FRANCHISOR DAN MOTIVATION’S ENTREPRENEUR TERHADAP FRANCHISEE’S SATISFACTION”.

 

  1. Analisis

2.1  Masalah

Di zaman globalisasi seperti saat ini orang lebih banyak membuka usaha sendiri daripada hanya bekerja di sebuah perusahaan. Dan usaha yang banyak dilirik belakangan ini adalah usaha franchise.

Adapun rumusan masalah yang dibahas penulis adalah:

1               Apakah nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee?

2               Apakah nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan keseluruhan franchisee?

 

2.2  Solusi

Untuk kepuasan serta loyalitas franchisee, penulis menjadikan franchisee yang terdaftar dalam AFI (Asosiasi Franchise Indonesia) yang akan diteliti dengan menggunakan variabel nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan terhadap kepuasan franchisee serta implikasinya pada loyalitas franchisee dengan menyebar kuesioner kepada 50 responden (franchisee). Berikut adalah hasil dari penelitian:

 

 

 

 

 

1)      Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Tabel 1

Rekapan Uji Validitas

No.Item

Pernyataan

r hitung

r tabel

Taraf Signifikansi

Keterangan

1

NM1

0,805

0,279

95%

VALID

2

NM2

0,791

0,279

95%

VALID

3

NM3

0,843

0,279

95%

VALID

4

NM4

0,854

0,279

95%

VALID

5

DF8

0,749

0,279

95%

VALID

6

DF9

0,649

0,279

95%

VALID

7

DF10

0,466

0,279

95%

VALID

8

DF11

0,816

0,279

95%

VALID

9

DF12

0,840

0,279

95%

VALID

10

DF13

0,861

0,279

95%

VALID

11

DF14

0,814

0,279

95%

VALID

12

MK1

0,740

0,279

95%

VALID

13

MK2

0,786

0,279

95%

VALID

14

MK3

0,553

0,279

95%

VALID

15

MK4

0,783

0,279

95%

VALID

16

K1

0,824

0,279

95%

VALID

17

K2

0,886

0,279

95%

VALID

18

K3

0,885

0,279

95%

VALID

19

K4

0,802

0,279

95%

VALID

20

K5

0,628

0,279

95%

VALID

21

K6

0,718

0,279

95%

VALID

22

K7

0,858

0,279

95%

VALID

23

K8

0,869

0,279

95%

VALID

24

K9

0,816

0,279

95%

VALID

25

K10

0,882

0,279

95%

VALID

26

L1

0,888

0,279

95%

VALID

27

L2

0,854

0,279

95%

VALID

28

L3

0,901

0,279

95%

VALID

29

L4

0,897

0,279

95%

VALID

30

L5

0,849

0,279

95%

VALID

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 20

 

 

Pada penelitian ini penulis menguji validitas pada kuesioner dengan menggunakan software SPSS 20 dan kemudian membandingkan nilai r pada kolom Corrected Item Total Correlation pada item statistics pada r tabel. Jika nilai r pada kolom corrected item total correlation > r tabel maka item-item pertanyaan dianggap valid. Nilai r pada tabel tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) sebanyak 50 adalah sebesar 0,279.

 

Setelah dinyatakan valid, maka dilakukan uji reliabilitas. Dan untuk menguji reliabilitas dari tiap-tiap item pertanyaan, penulis melihat nilai Cronbach’s Alpha pada output Reliability Statistics. Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 maka dinyatakan Reliabel. Dapat dilihat hasil dari output SPSS sebagai berikut:

Tabel 4.12

Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha

N of Items

,981

30

 

 

Berdasarkan hasil tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alphanya sebesar 0,981> 0,6 maka dinyatakan reliabel (dapat diandalkan) atau dapat dikatakan bahwa hasil pengukuran relatif konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang pada waktu yang berlainan.

 

3.1.1        Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Tabel 4.13

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

 

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4,739

3,363

 

1,409

,166

Nama Merek

,909

,210

,468

4,328

,000

Dukungan Franchisor

,747

,115

,536

6,512

,000

Motivasi Kewirausahaan

-,012

,213

-,006

-,056

,956

a. Dependent Variable: Kepuasan Keseluruhan Franchisee

 

            Dari tabel diatas, dapat dihasilkan persamaan regresi yaitu sebagai berikut:

Y1 = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y1 = 4,739 + 0,909X1 + 0,747X2 – 0,012X3

Dimana:           Y = Kepuasan Keseluruhan Franchisee

a = Bilangan Konstanta

             b1,b2,b3 = Koefisien regresi X1, X2, X3

         X1 = Nama Merek

         X2 = Dukungan Franchisor

         X3 = Motivasi Kewirausahaan

 

Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa:

1)             Nilai konstanta a sebesar 4,739, artinya jika nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan nilainya 0, maka kepuasan keseluruhan franchisee nilainya positif, yaitu 4,739.

2)             Koefisien regresi nama merek bernilai positif, yaitu 0,909. Hal ini berarti jika nama merek dinaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan keseluruhan franchisee akan mengalami peningkatan sebesar 0,909.

3)             Koefisien regresi manajemen mutu bernilai positif, yaitu 0,747. Hal ini berarti jika dukungan franchisor dinaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan franchisee akan mengalami peningkatan sebesar 0,747.

4)             Koefisien regresi motivasi kewirausahaan bernilai negatif, yaitu 0,012. Hal ini berarti jika motivasi kewirausahaan diturunkan sebesar satu satuan, maka kepuasan franchisee akan mengalami penurunan sebesar 0,012.

 

3.1.2        Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi Berganda

Untuk melihat besarnya kontribusi dan kuatnya korelasi variabel bebas (nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan) secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya (kepuasan franchisee) yaitu dengan melihat koefisien determinasi totalnya (R2) dan koefisien korelasi dalam tabel model summary.

Menurut Sarwono (2006) memberikan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel sebagai berikut (Taufik & Nina, 2011:151) :

0                      = Tidak ada korelasi antara dua variabel

>0 – 0,025        = Korelasi sangat lemah

>0,025 – 0,5    = Korelasi cukup

>0,05 – 0,75    = Korelasi kuat

>0,75 – 0,99    = Korelasi sangat kuat

1                      = Korelasi sempurna

Tabel 4.15

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

,912a

,831

,820

5,296

a. Predictors: (Constant), Motivasi Kewirausahaan, Dukungan Franchisor, Nama Merek

 

 

 

 

 

 

 

            Dari tabel diatas dapat dilihat nilai R Squarenya yaitu 0,831, ini berarti nilai sebesar 83,1% memberikan makna bahwa kepuasan keseluruhan franchisee dapat dipengaruhi oleh faktor nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan sebesar 83,1% ,dan sisanya 16,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, dan nilai adjusted R square sebesar 0,820 menunjukkan bahwa korelasi antara nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee tergolong sangat kuat.

 

3.1.3        Hasil Uji F

Analisa secara simultan ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Langkah-langkah yang digunakan untuk uji F:

  1. Merumukan Hipotesis

Ho1 : Tidak ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

Ha1 : Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan keseluruhan franchisee

  1. Menentukan F hitung

F hitung didapat dari hasil perhitungan software SPSS, Hasil tabel uji F dapat dilihat dibawah ini:

Tabel 4.17

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

 

1

Regression

6356,873

3

2118,958

75,553

,000b

Residual

1290,107

46

28,046

 

 

Total

7646,980

49

 

 

 

a. Dependent Variable: Kepuasan Keseluruhan Franchisee

b. Predictors: (Constant), Motivasi Kewirausahaan, Dukungan Franchisor, Nama Merek

 

Dari hasil tabel diatas, hasil f hitungnya sebesar 75,553 dan besarnya signifikansi adalah 0,000.

  1. Menentukan F tabel

F tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada tingkat signifikansi 0,05 dengan df 1 = 3 (jumlah variabel independent), dan df 2 (n-k-1) atau 50-3-1 = 46 (n adalah jumlah responden, k adalah jumlah variabel independent), hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 2,807 (lihat pada lampiran).

  1. Kriteria Pengujian
  2. Jika F hitung ≤ F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, ini berarti tidak terdapat pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y.
  3. Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak, dan Ha diterima, ini berarti terdapat pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y.
  4. Berdasarkan Siginifikansi

Berdasarkan signifikansi, jika signfikansi < 0,05 maka Ho ditolak, dan jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.

  1. Membuat Kesimpulan
  2. Berdasarkan F tabel dan F hitung

F tabel= 2,807 dan F hitung 75,553.

Karena F hitung > F tabel atau 725,553> 2,807 maka Ho ditolak, artinya Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan keseluruhan franchisee

  1. Berdasarkan signifikansi

Dari hasil tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,00 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, ini berarti Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan franchisee.

 

3.1.4        Hasil Uji T (Parsial)

Analisa parsial atau uji T ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang memiliki hubungan terhadap variabel terikat sehingga digunakan uji t (uji parsial).

Langkah-langkah yang digunakan untuk uji t adalah:

  1. Merumuskan Hipotesis

Ho : Tidak ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara parsial terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

Ha:      Ada pengaruh nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan secara parsial terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

 

 

 

 

 

 

Menentukan t hitung

T hitung didapat dari hasil perhitungan software SPSS, berikut adalah hasil Uji T yang dapat dilihat pada tabel coefficients:

Tabel 4.18

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

 

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4,739

3,363

 

1,409

,166

Nama Merek

,909

,210

,468

4,328

,000

Dukungan Franchisor

,747

,115

,536

6,512

,000

Motivasi Kewirausahaan

-,012

,213

-,006

-,056

,956

a. Dependent Variable: Kepuasan Keseluruhan Franchisee

 

Dari hasil tabel diatas, t hitung untuk nama merek sebesar 4,328, untuk dukungan franchisor 6,512 dan untuk motivasi kewirausahaan sebesar -0,056. Besarnya signifikansi dari nama merek sebesar 0,000, manajemen mutu 0,000 dan motivasi kewirausahaan sebesar 0,956.

  1. Menentukan t tabel

T tabel dicari pada signifikansi 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan df= n-k-1 atau 50-3-1=46. Hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,013 / -2,013.

  1. Kriteria Pengujian
    1. Jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima
    2. Jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel maka Ho ditolak
    3. Berdasarkan signifikansi, dengan kriteria sebagai berikut:

Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak

Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima

  1. Membuat Kesimpulan
  2. Berdasarkan T tabel dan T hitung

t tabel = 2,013 / -2,013, t hitung X1= 4,328, X2= 6,512, X3=-0,056

4,328 > 2,013 maka Ho ditolak atau ada pengaruh nama merek terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

6,512> 2,013 maka Ho ditolak atau ada pengaruh dukungan franchisor terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

-0,056 > -2,013 maka Ho diterima atau tidak ada pengaruh motivasi kewirausahaan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee.

  1. Berdasarkan Signifikansi

Dari hasil tabel diatas dapat dilihat bahwa pada variabel nama merek signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, ini berarti ada pengaruh nama merek (X1) terhadap kepuasan keseluruhan franchisee (Y1), pada dukungan franchisor signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, hal ini berarti ada pengaruh dukungan franchisor (X2) terhadap kepuasan keseluruhan franchisee (Y1) dan pada motivasi kewirausahaan signifikansi sebesar 0,956 maka Ho diterima, hal ini berarti tidak ada pengaruh motivasi kewirausahaan (X3) terhadap kepuasan keseluruhan franchisee (Y1).

Kesimpulan

Berdasarkan dari perumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan antara lain:

1)      Hasil pengujian hipotesis dengan uji f

Hasil uji f menunjukkan Fh sebesar 75,553 dengan Ft yang didapat yaitu sebesar 2,807 berarti Fh ≥ Ft dan tingkat signifikan 0,000 yang berarti < 0,05 dan dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan variabel X yaitu nama merek, dukungan franchisor dan motivasi kewirausahaan berpengaruh terhadap variabel Y yaitu kepuasan keseluruhan franchisee

2)      Hasil pengujian hipotesis dengan uji t

Hasil uji t menunjukan bahwa variabel motivasi kewirausahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kepuasan keseluruhan franchisee karena p-value variabel-variabel independen tersebut lebih besar dari 0,05 jadi H0 diterima, Ha ditolak. Sedangkan variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan keseluruhan franchisee yaitu nama merek dan dukungan franchisor karena p-value variabel independen tersebut lebih kecil dari 0,05 jadi H0 ditolak Ha diterima.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

<http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=595&type=3#.U3R5yKIb2Vl

hari kamis 1 Mei 2014 jam 21.54

Karamoy,Amir.2013.Pencaturan Waralaba Indonesia.Jakarta:Foresight Asia.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Rosda

Odop, Nistains.. 2006. Berbisnis Waralaba Murah. Yogyakarta : Media Pressindo

Sinar Harapan,2003

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: