Pembuatan Proposal Penelitian

Published Juni 13, 2013 by A M A L I A

TEORI DALAM PEMBUATAN PROPOSAL

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Latar belakang masalah adalah uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap sesuatu masalah atau problematika yang muncul dapat ditulis dalam bentuk uraian paparan,atau poin-poinnya saja.

Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti, pentingnya permasalahan dan pendekatan yang digunakan untukan untuk menyelesaikan masalah tersebut baik dari sisi teoritis dan praktis.

Cara membuat latar belakang masalah dengan langkah sebagai berikut :

a. Pada bagian awal latar belakang adalah gambaran umum tentang masalah yang akan di angkat. Dengan model piramid terbalik buat gambaran umum tentang masalah mulai dari hal global sampai mengerucut fokus pada masalah inti, objek serta ruang lingkup yang akan di teliti.

b. Pada bagian tengah unkapkan fakta, fenomena, data-data dan pendapat ahli berkenaan dengan pentingnya masalah dan efek negatifnya jika tidak segera di atasi dengan di dukung juga teori dan penelitian terdahulu.

c. Bagian akhir di isi dengan alternatif solusi yang bisa di tawarkan (teoritis dan praktis) dan akhirnya munculah judul.

Cara Membuat latar belakang masalah

  1. RUMUSAN MASALAH

salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa.

Fungsi Rumusan Masalah

1.  sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan.

2. sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Perumusan masalah ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan.

3. sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya.

4.dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.

Kriteria-kriteria Perumusan Masalah

Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif, baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif, maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia.

Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori, dalam arti pemecahannya secara jelas, diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti, baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada.

Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik, juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.

 

Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian, didapati beberapa variasi, antara lain:

(1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti,

(2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian

(3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian.

Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan, sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan, karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun, hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian, hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.

Rumusan Masalah Penelitian yang Baik
Rumusan masalah penelitian yang baik, antara lain:
a.    Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti masalah tersebut.
b.    Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap masyarakat.
c.    Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.
d.    Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.
e.    Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
f.     Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat, ideologi, dan kepercayaan agama.

  1. BATASAN MASALAH

Batasan masalah terdapat dalam suatu skripsi atau laporan penelitian. Batasan masalah merupakan hal-hal yang mebatasi penelitian saudara. Misalnya Anda akan memiliki judul penelitian sebagai berikut:
“Motivasi Preman Melakukan Pemerasan terhadap Pengunjung Pasar Kerapu”

Contoh batasan masalah dalam judul diatas adalah sebagai berikut:
Preman dalam penelitian ini adalah preman yang tinggal di gerbong stasiun Ampera.
Dengan mengatakan bahwa preman yang anda teliti adalah preman yang tinggal di gerbong stasiun Ampera maka anda sudah memberi batasan pada penelitian Anda. Bukankah preman ada banyak macamnya, jadi anda perlu memberi batasan pada penelitian Anda.
Jika tidak diberi batasan maka penelitian Anda tidak jelas dan bisa kemana-mana nantinya

  1. TUJUAN  PENELITIAN

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperolah setelah penelitian penelitian selesai, sesuatu yang  akan dicapai/dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan. Oleh karena, rumusan tujuan harus relevan dengan identitas masalah yang ditemukan, rumusan masalah dan mencerminkan proses penelitian.  Tujuan penelitian berfungsi :

1.      Untuk mengetahui deskripsi berbagai fenomena alamiah

2.      Untuk menerangkan hubungan antara berbagai kejadian

3.      Untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

4.      Untuk memperlihatkan efek tertentu

Tujuan penelitian dibedakan menjadi dua macam yaitu :

a.       Tujuan Umum, mengandung uraian garis besar sasaran akhir secara keseluruan yang akan dicapai

b.      Tujuan khusus, mengandung uraian secara rinci untuk mencapai tujuan umum.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oeh mahasiswa yang sedang membuat Skripsi atau tesisi adalah merumuskan tujuan sebagai berikut :  

a.       Tujuan penelitian adalah untuk memenuhi tugas dalam mencapai gelar sarjana mudah/sarjana

b.      Tujuan penelitian adalah untuk mencari data

Tujuan penelitian harus lebih luas dari pada sekedar hal yang bermaslah. Jawab terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian terletak pada kesimpulan penelitian.

  1. MANFAAT PENELITIAN

Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Seandainya dalam penelitian, tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah dapat dipecahkan secara tepat dan kurat, maka apa manfaatnya secara praktis maupun secara teoritis.

Kegunaan penelitian mempunyai dua hal yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan (secara teoritis) dan membantu mengatasi, memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti. Kegunaan hasil penelitian terhubung dengan sarana-sarana yang diajukan setelah kesimpulan. Kegunaan hasil penelitian merupakan follow up pengguna informasi yang didapat dari kesimpulan.

  1. HIPOTESIS

Hipotesis adalah dugaan sementara tentang suatu hal yang bersifat sementara dan belum dibuktikan kebenarannya secara empiris dan ilmiah.

Merumuskan Hipotesis
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan hipotesis adalah sebagai berikut.
a. Hipotesis harus bertalian dengan teori tertentu, maksudnya hipotesis itu harus didasarkan pada teori-teori yang telah ada dalam literatur atau buku-buku ilmu pengetahuan.
b. Hipotesis harus dapat diuji dengan data-data empiris, maksudnya hipotesis itu harus dapat dites berdasarkan hasil data-data penelitian yang terkumpul. Itulah sebabnya hipotesis tidak boleh mengandung unsur-unsur moral, sikap, atau nilai-nilai.
Kemampuan menentukan anggapan dasar dalam penelitian dapat digali melalui:
a.    Banyak membaca buku, surat kabar, dan sebagainya.
b.    Banyak mendengar berita, ceramah, dan pembicaraan.
c.    Banyak berkunjung ke tempat-tempat tertentu yang berhubungan dengan penelitian.
d.    Mengadakan   praduga,   mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.

  1. KAJIAN PUSTAKA / LANDASAN TEORI

Kajian pustaka merupakan daftar referensi dari semua jenis referensi seperti buku, jurnal papers, artikel, disertasi, tesis, skripsi, hand outs, laboratory manuals, dan karya ilmiah lainnya yang dikutip di dalam penulisan proposal. Semua referensi yang tertulis dalam kajian pustaka harus dirujuk di dalam skripsi. Referensi ditulis urut menurut abjad huruf awal dari nama akhir/keluarga penulis pertama dan tahun penerbitan (yang terbaru ditulis lebih dahulu).

Kriteria pemilihan sumber pustaka mencakup:

1) Ketetapan (adequa-cy)
Isi dari sumber pustaka sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan.

2) Kejelasan (clarity)
Sumber pustaka harus mudah dipahami atau dimengerti oleh peneliti.

3) Empiris (empericalness)
Sumber pustaka itu berdasarkan pada kenyataan bukan hasil imajinasi.

4) Terorganisasi (Organization)
Isi dari sumber pustaka harus terorganisasi dengan baik sehingga memudahkan peneliti untuk mencari informasi.

5) Kemutakhiran (Recen-cy)
Sumber pustaka harus berdasarkan perkembangan terbaru dalam bidangnya (up to date).

6) Relevansi (relevance)
Sumber pustaka berhubungan dengan penelitian.

7) Meyakinkan (convic-ingness)
Sumber pustaka dapat menjadi acuan yang terpercaya bagi peneliti.

 

  1. METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah. Tujuan rancangan penelitian adalah melalui penggunaan metode penelitian yang tepat, dirancang kegiatan yang dapat memberikan jawaban yang teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Sumber Data

Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.

 

Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber. Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

 

Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan

 

 Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).

 

Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya

 

Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.  Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya. Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah

1.      Angket

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik

2.      Observasi

Salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.<br/>

3.      Wawancara

Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif). Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.<br/>

Metode Analisis Data

 

Metode analisis data ini terbagi menjadi dua yaitu metode analisis kuantitatif dan metode analisis kualitatif (Silalahi, 2006:304). Analisis kuantitatif ini menggunakan data statistik dan dapat dilakukan dengan cepat, sementara analisis kualitatif ini digunakan untuk data kualitatif yang data yang digunakannya adalah berupa catatan-catatan yang biasanya cenderung banyak dan menumpuk sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menganalisisnya secara saksama (Silalahi, 2006:305).

 

Metode kuantitatif ini menggunakan statistik sebagai alat analisis datanya (Silalahi, 2006:305) Statistik ini diartikan sebagai metode pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara penafsiran dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data yang telah diperoleh sebelumnya melalui observasi dan penganalisaan yang dilakukan melalui aturan-aturan dan prosedur-prosedur tertentu. Fungsi utama dari statistik adalah memanipulasikan dan meringkaskan data yang berupa angka serta membandingkan hasil yang diperoleh dengan kebetulan-kebetulan yang telah diperkirakan. Analisis data kuantitatif dan statistik ini  mampu memperlihatkan hasil-hasil pengukuran yang cermat karena perhitungannya yang matematis. Namun kemudian hal ini tidak berarti bahwa kecermatan tersebut merupakan jaminan dalam keabsahannya atau validitasnya.

 

Dalam statistik ini terdapat pilihan uji statistik dimana data ini dapat dipilah-pilah berdasarkan tujuan penelitiannya (Silalahi, 2006:306). Jika penelitiannya bertujuan untuk mengetahui status dan mendeskripsikan suatu fenomena berdasarkan data yang terkumpul, maka analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif sehingga tabel yang nantinya disusun hanyalah memuat satu variabel pengamatan saja. Sementara itu, jika penelitiannya bertujuan agar dapat mengetahui hubungan antara dua fenomena baik asosiasi sejajar ataupn hubungan kausal maka bentuk analisis datanya adalah analisis korelasional dan tabel yang digunakan ini akan memuat dua atau lebih variabel pengamatan yang disusun dalam satu tabel yang juga disebut sebagai tabel silang.

 

 Kemudian, pilihan penggunaan uji statistik ini ditentukan oleh tujuan penelitian, tipe hipotesis dan tingkat data (Silalahi, 2006:307). Pertama, berdasarkan tujuan penelitiannya, pilihan metode statistik yang digunakan dapat untuk tujuan deskripsi dan inferensi. Lalu, jika berdasarkan tingkat data, yakni data bisa saja berbentuk nominal, ordinal dan interval atau rasio; atau kualitatif dan kuantitatif, disktrit atau kontinu. Ketiga adalah berdasarkan tipe hipotesis, dimana tipe hipotesis dalam penelitian sosial ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis perbedaan, baik hipotesis perbedaan antara sampal maupun antara variabel dan hipotesis asosiasi antara variabel. Tiap-tiap tipe hipotesis ini menggunakan uji statistik tertentu.

 

Analisis dalam statistik ini terbagi menjadi dua yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial (Silalahi, 2006:308). Statistik deskriptif adalah prosedur-prosedur dalam mengorganisasikan dan menyajikan informasi dalam bentuk yang dapat digunakan dan dapat lebih dimengerti. Statistik deskriptif ini digunakan ketika penelitian itu bertujuan untuk memaparkan data hasil penelitian. Dalam metode kuantitatif ini, data yang sudah tersusun dalam tabel adalah dasar dalam analisis deskriptif. Berikutnya adalah statistik inferensial yang merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur derajat hubungan ataupun perbedaan antara dua variabel (Silalahi, 2006:309). Statistik inferensial ini digunakan ketika penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel ataupun menguji hipotesis aosiasi (Silalahi, 2006:308). Terdapat dua pilihan dalam penggunaan statistik inferensial yaitu analisis statistik parametrik dan analisis statistik nonparametrik (Silalahi, 2006:309). Statistik parametrik ini digunakan apabila sampel ditarik secara acak dan data tersebar secara normal dan data hasil pengukurannya adalah interval, sementara statistik nonparametrik digunakan ketika sebaran datanya bersifat normal meskipun sampelnya ditarik secara acak dan data original nya diperoleh melalui pengukuran nominal ataupun ordinal demi mendapatkan kesimpulan yang sah (Silalahi, 2006:310).

 

 Selain metode analisis kuantitatif, terdapat pula metode analisis kualitatif. Analisis data kualitatif ini dilakukan apabila data empiris yang digunakan adalah data kualitatif yang berupa kata-kata dan tidak dapat dikategorisasikan (Silalahi, 2006:311). Menurut Miles dan Huberman dalam Silalahi (2006:311), kegiatan analisis kualitatif ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau klarifikasi. Dalam reduksi data ini terdapat proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstraksian dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis yang ada di lapangan. Reduksi data ini merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan dalam rangka untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu serta mengorganisasikan data sehingga nantinya kesimpulan dapat ditarik secara tepat dan diverifikasi (Silalahi, 2006:312).

 

 Selanjutnya dalam analisis data kualitatif adalah penyajian data dimana ini berarti sebagai sekumpulan informasi yang tersusun yang memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan tertentu (Silalahi, 2006:312). Penyajian data kualitatif ini dapat dilakukan dalam berbagai jenis matriks, grafik, jaringan dan bagan, sehingga kemudian penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi dan kemudian dapat menentukan apakah menarik kesimpulan sudah benar ataukah harus terus melakukan analisis demi mendapatkan kesimpulan yang valid (Silalahi, 2006:313). Alur kegiatan yang ketiga dalam analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan atau verifikasi. Menarik suatu kesimpulan ini dilakukan oleh peneliti melalui data-data yang terkumpul dan kemudian kesimpulan tersebut akan diverifikasi atau diuji kebenarannya dan validitasnya (Silalahi, 2006:313).

Selain metode-metode yang telah diutarakan diatas, menurut Blaxter, Hughes & Tight, terdapat lima teknik mengelola data (2001:308-309). Pertama adalah pemberian kode dimana proses memberikan kode pada data ini dapat bermanfaat dalam menyederhanakan dan menstandarkan data. Kedua adalah pemberian anotasi yang berarti pengubahan bahan-bahan tertulis dengan menambahkan catatan atau komentar, ketiga adalah pemberian label yang biasanya dilakukan pada pernyataan dengan kata-kata yang signifikan. Keempat adalah seleksi yang merupakan proses memilih item-item yang menarik yang dapat mewakili argumentasi peneliti. Terakhir adalah rangkuman yang merupakan ringkasan dari keseluruhan data

 

Sumber:

http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/13/cara-membuat-latar-belakang-masalah-510625.html

http://akhmadfauji.wordpress.com/2008/09/14/cara-penulisan-latar-belakang-masalah-dalam-karya-ilmiah/

http://skripsimahasiswa.blogspot.com/2009/08/perumusan-masalah-penelitian.html

http://dianadewikirana.blogspot.com/p/cara-merumuskan-masalah-penelitian-yang.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100528183020AACBGp4

http://simba-corp.blogspot.com/2012/03/makalah-tujuan-dan-manfaat-penelitian.html

http://makalahbarataanpba.blogspot.com/2010/01/kajian-pustaka.html

anggi oktaviani

 

 

 

 

3 comments on “Pembuatan Proposal Penelitian

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: