Tulisan Pengaruh Kelas Sosial dan Status

Published Januari 6, 2013 by A M A L I A

Dalam kehidupan setiap individu, masing-masing memiliki perbedaan yang cukup beragam. Setiap orang dapat membedakannya melalui kelas-kelas tertentu yaitu : kelas bawah, menengah, dan kelas atas. Perbedaan yang muncul terkadang membuat kita merasa ada yang kurang dari diri sendiri atau suatu ketidak kepercayaan. Apabila disangkut-pautkan dengan makna dari bhineka tunggal ika bangsa Indonesia : “meskipun berbeda tetapi tetap satu”. Seharusnya kita bisa memaknai kalimat tersebut. Perbedaan yang lain dapat dinilai dari fisik, keyakinan, ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia, kemampuan, dsb.

A. Pengertian Status sosial

Status sosial merupakan sekumpulan beberapa orang yang memiliki hak dan kewajiban yang ada disekitar lingkungannya.

B. Pengertian Kelas sosial

Kelas sosial pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian seseorang. Hal ini meliputi sisi pendidikan dan pekerjaan, semakin tinggi derajat sosial yang dimiliki dari seorang yang berpendidikan tinggi maka ia akan ditempatkan ditingkat yang paling atas dan sebaliknya apabila ia tidak memiliki pendidikan maka seseorang tersebut dapat dikatakan rendah dalam hal status sosial maupun pendidikan.

C. Pengaruh status dan kelas sosial

Pengaruh yang terjadi maupun dampak yang berakibat pada setiap orang dibeda-bedakan terhadap perilaku konsumen tampak dari pembelian akan kebutuhan sehari-hari. kelas sosial teratas hingga menengah mungkin tidak akan khawatir dengan kebutuhan mereka, sedangkan kelas sosial bawah mereka akan sangat khawatir bagaimana cara untuk menghidupi keseharian mereka untuk makan dll.

Kedudukan seseorang dalam tiap kelompok dapat diartikan sebagai peranan dan status, yaitu :

* Faktor Pribadi , keputusan seseorang untuk membeli keperluan/ kebutuhannya mereka dapat membeli sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuangannya.
* Faktor Psikologis , ada empat faktor psikologis : motivasi, persepsi belajar, kepercayaan dan sikap. Motivasi seperti yang diterangkan oleh teori Robert Maslow: Dimulai dengan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (lapar, haus), disusul kebutuhan-kebutuhan keselamatan (perasaan aman, perlindungan), kemudian kebutuhan-kebutuhan sosial (perasaan menjadi anggota lingkungan dan dicintai), selanjutnya kebutuhan-kebutuhan untuk dihargai (harga diri, pengakuan, status) dan mengkerucut ke kebutuhan-kebutuhan pernyataan diri (pengembangan dan perwujudan diri).

Sumber: http://yesamartha.blogspot.com/2012/10/pengaruh-kelas-sosial-dan-status.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: