Perilaku Konsumen -> Perilaku konsumen di era modern relatif lebih kompleks, yang memerlukan berbagai pendekatan atau teknik pemasaran yang lebih inovatif

Published April 1, 2012 by A M A L I A

Di era modern saat ini perilaku konsumen sangat kompleks, perilaku konsumen dalam membeli barang terbagi menjadi 2, yaitu membeli berdasarkan kebutuhan dan membeli bukan berdasarkan kebutuhan. Untuk konsumen yang membeli berdasarkan kebutuhan, mereka lebih berhati-hati membeli barang hanya sesuai kebutuhan saja yang mereka beli, dan untuk yang membeli bukan karena kebutuhan, banyak konsumen membeli barang bukan karena kebutuhan melainkan karena prestise, sehingga perilaku konsumen tersebut termasuk dalam golongan hedonisme, yaitu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup.

Dengan adanya pandangan tersebut produsen atau penjual lebih mudah dalam memasarkan produknya, tetapi harus lebih inovatif dalam pemasaran agar produk tersebut dikenal oleh konsumen, menarik minat pembeli atau konsumen membeli produknya serta untuk bersaing dengan produsen lain dalam pemasaran produk. Banyak sekali inovatif-inovatif dalam pemasaran yang dilakukan para produsen untuk menjual barangnya, salah satunya melalui sosial network atau jejaring sosial misalnya lewat twitter, facebook, dan lain-lain. Di era modern saat ini banyak sekali konsumen yang membeli barangnya melalui internet atau online shop, konsumen melihat barangnya melalui gambar yang tersedia websitenya ataupun di facebook twitter dengan memberikan informasi barang tersebut mulai dari harga, kualitas, kegunaan, dan lain-lain. Dengan teknik pemasaran seperti ini sangat efektif, namun untuk konsumen diharapkan lebih berhati-hati dalam membeli barang di online shop tersebut agar tidak terjadi penipuan.

Selain melalui internet, produsen juga menjual produknya dengan mengadakan “SALE atau Discount”, cara ini cukup ampuh dalam penjualan, karena penjual tahu bahwa pembeli kadang tidak kuat untuk membeli produknya dengan melihat tulisan “SALE” tersebut, pembeli membeli produk tersebut dengan alasan “mumpung lagi discount” bukan melihat dari sisi kebutuhan atas produk terseubt. Terlebih dahulu Produsen menaikan harga produk tersebut kemudian baru di discount kan agar terlihat murah, padahal dari harga sebelumnya harga barang tersebut hampir sama. Itu merupakan salah satu teknik pemasaran yang dilakukan oleh produsen untuk menarik konsumen membeli produknya.

Selain dengan sale atau discount, produsen menggunakan teknik beli 1 gratis 1. Banyak konsumen membeli barangnya melihat dari kuantitas barang tersebut bukan dari kualitasnya, sebagai contoh suatu toko x menjual produk tas yang bagus dengan harga yang sudah dimahalkan dan akan memberikan 1 produk tas lain free untuk konsumen membeli tas yang harganya sudah dimahalkan tersebut, padahal kualitas dari tas yang free itu merupakan tas yang sudah sedikit rusak atau cacat atau yang tidak laku dari penjualan sebelumnya. Produsen tahu pemikiran konsumen “yang penting dapet dua, 1 gratis lagi”. Sehingga produsen berhasil dalam menjual produknya. 3 cara itulah yang sering dipakai dalam pemasaran produk di era globalisasi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: