WAWASAN NUSANTARA

Published Maret 24, 2012 by A M A L I A

Nama :  Rizki Amalia Febriani

NPM   :   16210120

Kelas  :  2EA01

Universitas Gunadarma

2011-2012

http://www.gunadarma.ac.id/

 

WAWASAN NUSANTARA

1        Latar Belakang dan Pengertian

 Didalam suatu bangsa dan negara, pasti ada saja pandangan, pendapat, dan kepercayaan yang berbeda, namun demi kesatuan dan keutuhan bangsa diperlukan suatu perekat  agar tidak terpecah belah bangsa tersebut. Meskipun tak bisa disangkal ada pengaruh dari luar yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, maka dari itu pemerintah memerlukan suatu konsepsi wawasan lingkungan agar keutuhan wilayah, jati diri, kelangsungan hidup terjamin dan terlindungi.

Wawasan yang artinya melihat atau memandang ini berasal dari bahasa jawa wawas atau mawas. Sehingga diartikan cara pandang ataupun cara lihat.

Wawasan Nusantara adalah suatu cara pandang atau cara lihat bangsa Indonesia dalam pembangunan bangsa Indonesia tersebut melalui diri sendiri dan lingkungannya secara interaksi dan korelasi sehingga tercipta hubungan yang baik, mulai dari hubungan regional, nasional, maupun internasional.

2        Landasan Wawasan Nasional

Cara pandang atau cara lihat suatu bangsa dijiwai dan dibentuk oleh paham kekuasaan dan geopolitik suatu negara dalam bangsa tersebut.

a)        Paham-Paham Kekuasaan

  • Menurut Napoleon Bonarpate (Abad ke XVIII)

Napoleon berpendapat bila ingin mempertahankan dan mengamankan suatu negara ataupun ingin menduduki negara lain harus didukung oleh kekuatan politik yang diikuti oleh kekuatan logistik dan ekonomi, seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa dalam sosial dan budaya negara tersebut. Agar perang di masa yang akan datang yang merupakan perang total dapat dikerahkan segala upaya dan kekuatan nasional.

  • Menurut Fuerback dan Hegel (Abad XVIII)

Menurut mereka keberhasilan ekonmi suatu negara dikuru dari seberapa besar dan seberapa banyak surplus ekonomi dan negara tersebut, terutama emas. Sehingga paham ini menimbulkan aliran Kapitalisme dan Komunisme, dan berkembang paham perdagangan bebas pada saat itu.

  • Menurut Jendral Clausewitz (Abad XVIII)

Menurutnya untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa melakukan perang itu sah-sah saja, karena perang merupakan kelanjutan politik dengan cara lain.

  • Menurut Lenin (Abad XIX)

Hampir sama menurut pendapat Jendral clausewits, lenin berpendapat bahwa perang merupakan kelanjutan politik dengan cara kekerasan, pertumpahan darah untuk mengomuniskan suatu bangsa.

b)        Teori-teori Geopolitik

Geopolitik merupakan ilmu bumi politik atau ilmu yang mempelajari gejala politik dari aspek geografinya. Bnyak sekali para sarjana yang mengemukakan teori ini, salah satunya adalah :

  • Sir Halford Mackinder (Konsep Wawasan Benua)

Ia menyatakan “barang siaa dapat menguasai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu eropa,asia, afrika, dan akhirnya dunia. Teori ahli geopolitik ini menganut konsep kekuatan dan mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat.

  • Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (Konsep Wawasan Bahari)

Ia mengatakan bahwa barang siapa yang menguasai lautan akan menguasai perdagangan,lalu menguasai kekayaan dunia dan menguasai dunia.

3        Wawasan Nasional Indonesia

Banyak sekali cara pandang atau cara lihat bangsa Indonesia dari berbagai aspek, berikut pemikiran atau cara pandang bangsa Indonesia:

a)        Pemikiran Berdasarkan Falsafah Pancasila

Manusia dilahirkan tidak dapat hidup sendiri, karena itu manusia hidup bersama-sama dengan yang lain. Saling membantu, mengajari, dan mempengaruhi. Namun bangsa Indonesia harus menyaring pengaruh tersebut berdasarkan kepribadian bangsanya yaitu Pancasila. Yang merupakan cara pandang atau cara lihat (wawasan nasional) bangsa Indonesia terhadap unsur baru, agar keutuhan dan persatuan indonesia tidak terganggu.

b)        Pemikiran Berdasarkan Aspek Kewilayahan

Salah satu syarat utama dalam pembentukkan negara adalah adanya wilayah, di Indonesia yang luas wilayah perairannya lebih besar 2,5 kali lipat dari luas daratannya. Wilayah perairan laut indonesia dibedakan menjadi 3 macam, yaitu Zona laut teritorial, zona landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif.

  • Zona Laut Teritorial

Ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas

  • Zona Landas Kontinen

Ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologis merupakan lanjutan dari kontinen (benua)

  • Zona Ekonomi Eksklusif

Ialah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar

c)         Pemikiran Berdasarkan Aspek Sosial Budaya

Bangsa Indonesia memiliki banyak sekali budaya, budaya merupakan hasil cipta, karsa , dan budi yang akhirnya dilestarikan oleh masyarakat tersebut, sehingga budaya mendarah daging di masyarakat.Salah satu unsur keanekaragaman itu adalah dalam bahasa, keserasian, religi, teknologi, sistem pengetahuan,dan lain-lain. Meskipun Indonesia memiliki banyak budaya, tetapi Indonesia berusaha untuk tidak terpecah belah karena perbedaan tersebut, tetapi tetap bersatu. Seperti slogan Bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”, berbeda-beda tapi tetap satu jua.

d)        Pemikiran Berdasarkan Aspek Kesejahteraan

Sejarah merupakan pelajaran yang terbaik bagi bangsa Indonesia, karena sejarah merupakan penjelasan dan pengetahuan serta semangat bangsa Indonesia dalam memperkuat persatuan bangsa Indonesia, karena dulu Indonesia pernah terpecah belah dan gampang sekali dipengaruhi, tetapi sekarang bangsa Indonesia tetap mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

4        Unsur Dasar Wawasan Nusantara

  • Wadah (Contour)

Bangsa Indonesia memiliki supra dan infra struktur politik yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan.

  • Isi (Content)

Bangsa Indonesia memiliki cita-cita dan tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 yang menjadi aspirasi rakyat.

  • Tata Laku (Conduct)

Ialah hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan nusantara yang terdiri dari tata lata laku batiniah (jiwa, semangat, dan mentalitas) dan tata laku lahiriah (tindakan, perbuatan, dan perilaku) bangsa indonesia.

5        Hakekat Wawasan Nusantara

Demi kepentingan nasional, dipandang secara utuh melalui sikap, tindakan, dan perbuatan dalam produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara.

6        Asas Wawasan Nusantara

Ialah ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati oleh bangsa Indonesia untuk memelihara terciptanya kehidupan yang lebih baik. Adapun asas wawasan nusantara terdiri dari kejujuran, kerjasama, kesetiaan, solidaritas, tujuan, keadilan, baik ke dalam maupun keluar wilayah indonesia.

7        Kedudukan Wawasan Nusantara

Indonesia memiliki landasan, wawasan nusantara termasuk landasan visional (visi bangsa), yang berfungsi sebagai pedoman, dorongan, motivasi dalam menentukan segala keputusan ataupun tindakan baik bagi pemerintah maupun masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan nasionalisme tinggi bangsa Indonesia. Selain landasan visionil, Indonesia juga memiliki Landasan Idiil ( Pancasila) , Landasan Konstitusional (UUD1945), Landasan Konsepsional (Ketahanan Nasional) dan Landasan Operasional (GBHN)

8        Implementasi Wawasan Nusantara

  • Dalam kehidupan pollitik : Mewujudkan pemerintah yang aspiratif, terpercaya, dan kuat
  • Dalam kehidupan ekonomi : Meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata
  • Dalam kehidupan sosial budaya : menghormati perbedaan dan tetap terjalin persatuan
  • Dalam Pertahanan Keamanan : Meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme

Referensi :

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pendidikan_kewarganegaraan/bab2-wawasan_nusantara.pdf

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: