Struktur Organisasi dan Analisis SWOT dari PT. Kimia Farma

Published Maret 24, 2011 by A M A L I A

PT. KIMIA FARMA

STRUKTUR ORGANISASI

PT. Kimia Farma Apotek dikepalai oleh seorang direktur (Direktur Utama). Direktur Utama membawahi dua direktur (Direktur Operasional dan Direktur Pengembangan), serta membawahi langsung tiga manager (Manager SDM dan Umum, Manager Keuangan dan Akuntansi, serta Manager IT). Direktur Operasional sendiri membawahi : Manager Operasional, Manager Layanan dan Logistik dan Manager Bisnis. Sedangkan Direktur Pengembangan membawahi : Manager Pengembangan Pasar.

Bagannya sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS  SWOT

  • Strong  (Kekuatan)
    • Banyak produk  kimia farma menjadi inovator dengan mengembangkan obat-obatan serta rumusan baru kimia baik dengan kemampuan sendiri maupun melalui aliansi strategis dengan mitra internasional dan banyak menghasilkan produk-produk baru yang berbasis teknologi tinggi
    • Obat generik adalah salah satu produk farmasi yang kompetitif karena memiliki keunggulan yaitu harga lebih murah  dan memiliki kualitas yang sama harga obat paten/merek dagang pertamanya
    • 340 apotek yang tersebar diseluruh tanah air yang memimpin pasar dibidang perapotikan dengan penguasaan pasar
    • Melayani penjualan langsung dan melayani resep dokter
    • Menyediakan pelayanan lain, misalnya praktek dokter, optik, dan pelayanan OTC (swalayan) serta pusat pelayanan informasi obat
    • Apotek Kimia Farma dipimpin oleh tenaga Apoteker yang bekerja full timer sehingga dapat melayani informasi obat dengan baik

 

  • Weakness (Kelemahan)
    • Variasi Kemasan obat generik memiliki penilaian yang negatif, sehingga managemen perusahaan harus melakukan tindakan untuk menarik perhatian konsumen untuk memakai obat generik

 

  • Opportunity (Peluang)
    • Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang dibutuhkan
    • Kebijakan memasarkan obat generik yang dilakukan oleh perusahaan dan meningkatnya jumlah permintaan konsumen akan obat secara keseluruhan masih belum terpenuhi
    • Banyaknya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang dapat dikembangkan

 

  • Threat  (Ancaman)
    • Adanya krisis ekonomi menyebabkan daya beli obat rakyat Indonesia menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar lokal
    • Sistem Legal belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga harga obat menjadi lebih sulit dikontrol
    • Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional akan semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: